Selasa, 19 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi

Pemprov Jatim Bangun Kilang Minyak Terbesar di Tuban

08 Januari 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Setiajit, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jatim

Setiajit, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jatim (dok)

Share this      

SURABAYA  - Tidak lama lagi Jawa Timur (Jatim) akan memiliki refinery (kilang minyak) terbesar di Indonesia.  Rencananya kilang minyak tersebut akan dibangun di Kecamatan Jenu Tuban. Yakni di Desa Sumurgeneng, Desa Wadung dan Desa Mentoso.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jatim Setiajit mengatakan, sudah ada pertemuan antara Gubernur Jatim Soekarwo dengan Direksi PT Pertamina di Gedung Negara Grahadi, Senin (7/1). Ia menuturkan, hasilnya disepakati bahwa mulai bulan Januari ini pembangunan kilang minyak tersebut akan dilakukan. 

“Nilai investasinya USD 15,6 miliar. Itu artinya lebih dari Rp 330 triliun uang yang akan diinvestasikan untuk kilang minyak,” ujarnya kepada Radar Surabaya usai mengadiri pertemuan dengan Pertamina tersebut.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim ini mengatakan, kilang minyak ini akan jadi yang terbesar karena hasil produksinya mencapai 300 ribu barrel per day. Selain kilang minyak juga akan dibangun produk-produk turunannya seperti petro chemical di sekitarnya.

“Saya rasa ini nikmat yang luar biasa bagi masyarakat Jatim. Karena akan menyerap sebesar 20 ribu tenaga kerja yang dibutuhkan sejak pembangunan infrastruktur sampai pengelolaan kilang minyak dan petro chemical tersebut,” katanya.

Setiajit menambahkan, Gubernur Jatim Soekarwo telah mengarahkan Pertamina agar melibatkan seluruh masyarakat Tuban yang terdampak. Menurutnya, kurang lebih ada sekitar 800 hektar lahan yang akan dibangun. “Kemudian reklamasi seluas 300 hektar. Sehingga ada 1.000 hektar lebih yang akan digunakan sebagai refinery terbesar ini. Bahkan kalau berdasarkan info dari Pertamina, ini lebih besar dari refinery Malaysia,” jelasnya. 

Di Jatim sendiri ada 39 wilayah kerja untuk migas. Dari jumlah tersebut, menurut Setiajit, terbagi menjadi dua, yakni off source dan on source. Sumber migas ini ada di Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Gresik dan Kepulauan Madura. "Dari 39 wilayah kerja tersebut, ada 12 wilayah yang masih eksplorasi, 18 sudah produksi, sisanya dilelang," jelasnya. (mus/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia