Selasa, 19 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Industri Bahan Kimia di Gresik Mulai Kompetitif

06 Januari 2019, 23: 17: 45 WIB | editor : Wijayanto

OPTIMALISASI: Angkutan akan mengantarkan bahan kimia ke beberapa kawasan di Indonesia.

OPTIMALISASI: Angkutan akan mengantarkan bahan kimia ke beberapa kawasan di Indonesia. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Pelaku industri suplai bahan kimia menilai, sepanjang 2018 industri tersebut berjalan cukup kompetitif. ini dipengaruhi sikap produsen yang memilih menjual produknya langsung ke end user. kemudian harga yang fluktuatif rubah akibat perubahan ekonomi global.

Direktur Utama PT Gresik Cipta Sejahtera (GCS), Agung Setiya Budhi mengatakan, kendati pencapaian target cukup berat, namun 2018 pihaknya merealisasikan penjualan hingga 138,9 persen. Pihaknya mendapatkan omzet dari bisnis penjualan bahan kimia sebesar Rp 545,4 miliar. "Capaian itu diatas RKAP 2018 sebesar Rp 392 miliar,” ujar mantan Manajer Humas PT Petrokimia Gresik ini.

Dikatakan, kenaikan penjualan juga dipicu harga pasar yang tidak menentu. Kondisi itu masih ditambah dengan banyaknya pemain baru pada tahun lalu.

“Saat ini suplai (bahan kimia) bergantung pada produsen dan importir. Sehingga apabila konsumen melakukan import sendiri, kami hanya bisa menjadi penonton,” jelasnya.

Agung berharap berlakunya era perdagangan bebas seperti saat ini bisa membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan. Kebijakan itu bisa membackup industri penyuplai bahan kimia agar tetap eksis.

“Dengan dukungan pemerintah tentu akan mendorong pelaku industri mampu meningkatkan daya saing. Sebab saat ini ekpansi perusahaan luar yang masuk ke dalam negeri cukup masif dan permintaan bahan kimia terus meningkat,” katanya. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia