Rabu, 23 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

Libatkan Komunitas, Pengecatan Jalan Panggung Dilanjutkan

06 Januari 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

WARNA-WARNI: Sejumlah Satgas gabungan dari Pemkot Surabaya, melakukan pengecatan pada bangunan di sepanjang Jalan Panggung, Sabtu (5/1). Pemkot Suraba

WARNA-WARNI: Sejumlah Satgas gabungan dari Pemkot Surabaya, melakukan pengecatan pada bangunan di sepanjang Jalan Panggung, Sabtu (5/1). Pemkot Surabaya berupaya mengembangkan wisata kota lama, dengan mempercantik kawasan tersebut. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA- Setelah sempat mandek selama 15 hari, pengecatan bangunan di jalan panggung kembali dilanjutkan. Kali ini, tak hanya dilakukan oleh Pemerintah Kota saja, namun juga melibatkan berbagai komunitas di Surabaya. Kegiatan mengecat bareng ini dilaksanakan selama dua hari 5-6 Januari, di Jalan Panggung dan dilanjutkan  ke bangunan di Jalan Karet. 

Sebelumnya, pengecetan Jalan Panggung sempat mandek setelah sebelumnya banyak mendapatkan protes dari berbagai komunitas heritage Surabaya. Mereka menyayangkan langkah pemerintah dalam menentukan pilihan warna cat, yang dinilai kurang sesuai dengan image kota lama. 

Dari usulan ini, Pemkot Surabaya melalui Bappeko membuka forum dengan komunitas Begandring Surabaya. Dari sinilah, kedua pihak sepakat untuk melakukan perencanaan ulang mengenai warna cat yang lebih merepresentasikan bangunan tua. Hingga muncul ide untuk melakukan pengecatan bersama.

Kuncarsono Prasetyo, ketua Begandring Soerabaiya menjelaskan, dari forum itu, telah disepakati warna cat yang sesuai untuk bangunan di Jalan Panggung.  Karena menilik sejarah, jalan panggung merupakan kampung Melayu maka warna cat yang sesuai adalah warna tanah. Usulan itu juga sudah disepakati pemerintah. Pun juga dengan komposisi warna dalam setiap bangunan. 

Namun dalam eksekusinya kemarin, Sabtu(5/1), konsep yang telah dirancang matang sebelumnya, seperti sia-sia.  “ Kita kemarin sepakat, menghindari warna turunan ketiga yang tidak dikenal di karakter warna seperti ungu. perencanaan warna ini sudah kami tempel di tembok, tapi ini tetap kembali seperti sebelumnya, dengan warna mencolok yang melelahkan mata” paparnya.  

Muhammad Chotib, Anggota dari Komunitas juga angkat suara. Ia sampaikan, meskipun tidak sesuai dengan nilai sejarah, upaya pemerintah ini baik untuk upaya gebrakan unuk menarik perhatian masyarakat. “ Karena mereka tidak akan mikir filosofi, yang penting mereka sudah ada mindset“ paparnya. 

Sementara kepala Bappeko, Eri Cahyadi Mengatakan, pemilihan cat warna-warni tidak sembarangan dilakukan. Pihaknya terispirasi dari kampung India di Singapura. Apalagi, pemilihan cat juga mereka sesuaikan dengan permintaan dari pemilik bangunan. Dengan alasan, tujuan dari pengecatan merupakan upaya untuk merevitalisasi kota tua, maka dari itu pihaknya memancing ketertarikan dari warga “ Karena yang menempati mereka, kita tumbuhkan dulu semangat menghidupkan kota tua pada warga setempat, ya dengan menuruti kemampuan mereka,” paparnya. 

Ia juga menjelaskan, Jika nantinya kawasan kota tua harus dibuat seperti nilai filosofisnya dari pewarnaan, itu bisa dilakukan kemudian. Setelah atensi masyarakat sudah di dapat. 

Pengecatan jalan panggung merupakan salah satu upaya untuk merevitalisasi kota tua di kawasan Surabaya utara. Eri menjelaskan, setelah Jalan Panggung, Jalan Karet, Kembang Jepun, Kampung Arab dan Kampung Eropa akan dipoles sehingga menjadi destinasi wisata kota tua. Yang tak hanya indah dan berhenti di fisik, melainkan juga hidup perekonomiannya. 

Setelah pengecetan, masih banyak upaya yang akan dilakukan mulai dari perbaikan jalan, hingga pembangunan dermaga dan merapikan pasar ikan yang berada di kawasan Jalan Panggung. “ Rencananya revitalisasi kota tua ini akan berahir sebelum Mei, sebagai hadiah ulang tahun kota Surabaya,” pungkasnya.(is/nug)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia