Selasa, 19 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya
KPU Umumkan Laporan Sumbangan Dana Kampanye

Golkar dan La Nyalla Terima Sumbangan Dana Kampanye Terbesar

05 Januari 2019, 16: 21: 43 WIB | editor : Wijayanto

TRANSPARAN: KPU Jatim mengumumkan laporan sumbangan dana kampanye.

TRANSPARAN: KPU Jatim mengumumkan laporan sumbangan dana kampanye. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur resmi mengumumkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) partai politik, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden. Dari hasil tersebut, diketahui Partai Golongan Karya (Golkar) menjadi penerima sumbangan dana kampanye terbesar dibanding partai lainnya. 

Komisioner KPU Jatim Divisi Hukum Insan Qoriawan mengatakan pelaporan dana kampanye ada tiga jenis. Pertama adalah laporan awal dana kampanye (LADK), kedua yaitu laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK) dan ketiga adalah laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK) yang dilaporkan setelah masa kampanye selesai.

“LPSDK ini dibuka 23 September 2018 hingga 1 Januari 2019. Laporan ini kita terima seluruhnya Rabu (2/1) sebelum pukul 18.00 WIB,” jelasnya kepada Radar Surabaya, Jumat (4/1).

Pria yang akrab disapa Insan ini menambahkan meski demikian para peserta pemilu ini masih boleh menerima sumbangan hingga 28 hari setelah pemungutan suara. Sumbangan dana kampanye itu boleh dari perorangan maupun swasta.

“Yang tidak boleh itu dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan pihak asing,” tegasnya.

Insan menyebutkan LPSDK ini berbeda dengan bantuan dana Partai Politik (Banpol) dari pemerintah. Menurutnya Banpol merupakan dana untuk partai politik yang memperoleh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

“Jadi para peserta pemilu ini  diwajibkan melaporkan sebagai komitmen akuntabilitas dan transparansi untuk ikut dalam Pemilu 2019,” terangnya.

Dari laporan tersebut diketahui Partai Golkar menerima sumbangan paling besar yakni Rp 2.193.995.446. Kedua disusul Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan sumbangan sebesar Rp 1.629.089.000. Sedangkan ketiga adalah Partai Demokrat memperoleh bantuan sebanyak Rp 1.157.000.000. Dan sumbangan terbesar keempat diterima Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan nilai Rp 1.099.610.200.

“Ada lima partai yang nihil atau tidak menerima sumbangan. Yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra),” paparnya.

Sementara itu untuk DPD RI, penerima sumbangan tertinggi diperoleh La Nyalla Mattalitti sebesar Rp 450.227.002. Kemudian disusul Abdul Qadir Amir Hartono Rp 150.000.000. “Sedangkan untuk yang nihil ada sembilan orang calon anggota DPD RI,” ujarnya.

Sedangkan sumbangan dana kampanye untuk capres-cawapres terbesar diperoleh pasangan calon (paslon) Prabowo Subiyanto dan Sandiaga Uno dengan nilai Rp 292.009.841. Sedangkan untuk paslon Joko Widodo dan Ma’ruf Amin mendapatkan sumbangan sebesar Rp 150.000.000. (mus/rud)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia