Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Disentuh Nggak Mau, Diselingkuhi Marah, Ujung-ujungnya Minta Cerai

05 Januari 2019, 05: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Istri seperti Karin, 36, inilah yang bikin suami susah. Sudah tak mau melayani, tapi ngamuk kalau suami cari selingkuhan.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Donwori bisa masuk dalam jajaran suami ngenes. Ya bagaimana ya, sebagai laki-laki,  masih muda, yang energinya masih seratus persen, ia harus menderita. Gara-garanya, Karin emoh disentuh. 

"Sudah enam bulan lebih gak mau (diajak bercinta, Red). Twrus aku harus nunggu sampai kapan lagi," curhat Donwori di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, kemarin. 

Donwori ini sebenarnya juga heran dengan sikap istrinya. Pasalnya, selama ini, hubungannya dengan Karin juga baik-baik saja. Kalau Karin sering ngamuk sih wajar, katanya memang semua perempuan begitu. Namun dari mana dia dapat ilham, sehingga selalu menolak diajak 'begituan', itu yang bikin Donwori keheranan. 

Pria berkulit sawo matang ini menjelaskan, istrinya selalu punya alasan untuk menolak ajakannya. Ada saja. Kalau tidak capek, ya tidak mood, ya badan sakit, ya pengen tidur cepet atau ya takut ketahuan anak. Untuk yang terakhir ini wajar. Karena hingga saat ini, anaknya yang sudah hampir akil baligh, masih tidur sekamar dengan keduanya. 

Sebenarnya, wajar saja kalau Donwori mau marah ke istri. Namun sepertinya, marah bukan hobinya. Apalagi, nyalinya ciut duluan membayangkan Karin yang lebih mencak-mencak ketika dimarahi. Kalau kata Donwori, istrinya ini ngomong biasa saja ngegas, apalagi ketika marah. Yah, rupanya Donwori adalah tipikal suami takut istri. 

Karena kelabakan dengan sikap keras kepala Karin, Donwori putus asa. Ia pun nekat memacari janda. Akhirnya, belajarlah Donwori selingkuh. Namun sayang beribu sayang, belum juga genap seminggu, perselingkuhannya ketahuan. Wah langsung, ia kena semprot istrinya. 

Namun lagi-lagi, Donwori bertahan. Mau dicaci maki, mau disengaki, ia tak pernah marah juga. Apalagi terlintas di pikiran mau cerai,  tak ada sama sekali. Padahal, kalau ia pikir-pikir lagi,  Donwori sangsi  kalau selama ini Karin cinta beneran atau tidak kepadanya. 

Lalu, bagaimana bisa cerai? Rupanya, inisiatif cerai itu datang dari Karin. Karin tiba-tiba mengajaknya bercerai. Alasannya klasik. Pekerjaan Donwori yang sering cutinya ketimbang masuknya, membuat pemasukan tak lancar. Dan imbasnya, menghempaskan rasa cinta Karin. 

Nah, ketika di hadapan hakimlah, Donwori baru tahu alasan istrinya tak mau disentuh. " Ngakune KB-ne habis, dan gak mau KB lagi. Wooh," lanjut Donwori mengeluh. 

Rupanya, dulunya, Karin pakai KB spiral. Karena sudah habis masa berlakunya (duh seperti akreditasi rumah sakit saja, habis masa berlaku) ia kemudian menggunakan KB pil dan suntik. Bergantian. Alhasil tubuh Karin jadi gemuk. Karena emoh gemuklah yang membuat Karin enggan melayani suaminya. "Yah dia gak bilang terus terang dari awal," keluh Donwori lagi. 

Tapi ngomong di awal atau di akhir memang ada pengaruhnya? Memang Donwori bisa menggantikan Karin minum pil? Atau pakai spiral? Ya kecuali kalau dia mau vasektomi sih. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia