Sabtu, 07 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

CPNS yang Lolos Mulai Kerja Maret Mendatang

04 Januari 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Anom Surahno, Kepala BKD Jatim

Anom Surahno, Kepala BKD Jatim (dok)

Share this      

SURABAYA – Badan Kepegawaian Dearah (BKD) Provinsi Jawa Timur akhirnya mengumumkan peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lolos. Para peserta yang diterima ini segera memiliki Nomor Induk Pegawai (NIP) dan mulai bekerja Maret mendatang.

“Yang lolos sebanyak 1.971 peserta. Hasil seleksi ini disampaikan melalui surat pengumuman Sekdaprov Jatim Nomor 810/1026/204/2019 tanggal 2 Januari,” ujar Kepala BKD Jatim Anom Surahno kepada Radar Surabaya, Kamis (3/1).

Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Biro Administrasi Pembangunan Pemprov Jatim ini mengatakan, pengumuman akan diinformasikan kepada seluruh peserta secara online. Baik melalui website BKD maupun official akun media sosial BKD. “Peserta yang lolos ini akan mengikuti tahapan selanjutnya yakni pemberkasan,” katanya. 

Pemberkasan akan dilakukan peserta yang lolos di BKD Jatim pada 8 – 14 Januari secara bergelombang. Sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi peserta antara lain SKCK, hasil tes kesehatan dan bebas narkoba di rumah sakit pemerintah. Selain itu, juga harus mengisi surat pernyataan bersedia tidak pindah kerja selama 10 tahun.

Menurut Anom, setelah pemberkasan nantinya para peserta yang lolos ini akan mendapatkan NIP dan kemudian pembekalan dari BKD. Setelah itu baru mulai masuk kerja. Ia memperkirakan para peserta yang lolos ini akan bekerja pada Maret mendatang. 

Saat ditanya terkait gaji dan tunjangan yang akan diterima para peserta yang lolos ini, Anom belum dapat memastikan. Termasuk remunerasi yang berlaku di Pemprov Jatim. “Untuk remunerasi kita masih harus menunggu kelas jabatan yang bersangkutan,” jelasnya.

Mantan Kepala Bagian Pemberitaan dan Media Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim ini menambahkan, terdapat satu peserta yang tidak lolos dalam seleksi CPNS karena dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Hal itu karena pelamar mendaftar dan masuk pada formasi cumlaude. “Akan tetapi pada ijazah yang bersangkutan ternyata tidak menyebutkan predikat tersebut. Ijazahnya hanya predikat memuaskan, sehingga dinyatakan TMS,” imbuhnya.

Anom menuturkan, dari seluruh hasil proses seleksi ini, masih ada 94 formasi kosong. Formasi yang kosong tersebut terdiri dari 10 tenaga pendidik dan 84 tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis. “Dari lowongan yang kita buka ada 2.065 formasi, sementara yang diterima 1971 peserta. Untuk yang kosong ini kami usulkan untuk dibuka penerimaan melaui formasi khusus. Tapi kita masih menunggu ketentuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB),” pungkasnya. (mus/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia