Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Tiga Sekuriti Berkomplot Curi Mobil Perusahaan

03 Januari 2019, 10: 04: 05 WIB | editor : Wijayanto

BUAH PERBUATANNYA: Marna Permana (tengah) kini diamankan di Polsek Sukomanunggal.

BUAH PERBUATANNYA: Marna Permana (tengah) kini diamankan di Polsek Sukomanunggal. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Uang membuat Marna Permana,37, gelap mata. Pria yang tinggal di Jalan Klampis Ngasem Gang 1 Nomor 8, Klampis, Sukolilo Surabaya ini ikut membawa kabur mobil inventaris perusahaan tempatnya bekerja.

Sekuriti yang telah bekerja 10 tahun ini, bekerjasama dengan dua rekannya sesama sekuriti. Pencurian dan penggelapan yang dilakukan Marna terjadi pada  Senin (31/12). Aksinya dilakukan ketika ia mendapatkan giliran jaga di PT Astra Internasional Daihatsu Jalan HR Muhammad Nomor 04 dan 06 Surabaya.

Dia mendapat giliran shift  jaga yakni antara pukul 14.00-22.00. Ketika kondisi dirasa aman, Marna membawa kabur mobil inventaris kantor yakni Daihatsu Ayla warna putih nopol L 1478 PI. Pelaku dengan mudah mengambil mobil tersebut lantaran kunci berada di pos jaga. 

“Saat beraksi tersangka tak sendirian, dibantu oleh dua pelaku lain yang kini masih dalam pengejaran,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal, Iptu Misdianto, Rabu (2/1). 

Misdianto  mengatakan orang yang membantu melakukan pencurian tersebut diketahui bernama Heru dan Rachmad. Keduanya kini masih daftar pencarian orang (DPO). Ketiganya sempat bertemu di rumah Marna pada Senin (17/12). Guna membahas teknis dan membagi peran masing-masing. 

“Lalu disepakati, Marna bertugas sebagai eksekutor mobil, Heru yang membawa kabur kendaraan. Sedangkan Rachmad bertugas menyaru sebagai konsumen benama pak Tigor (salah satu rekanan perusahaan, Red),” terangnya. 

 Menurut Misdianto, setelah Marna membawa kendaraan tersebut keluar dari perusahaan, dia menemui pelaku Heru yang saat itu sudah menunggu di depan Hotel Ibis di Jalan Diponegoro. Namun sebelum mobil dibawa keluar, aksinya dipergoki salah satu pegawai perusahaan, Yudo.

Ia pun menanyakan surat izin keluar mobil tersebut.  Namun Marna berdalih mobil tersebut diminta Tigor. Bahkan saksi Yudo diminta berbicara langsung oleh Tigor melalui handphone tersangka. “Padahal itu bukan Tigor melainkan pelaku Rachmad yang diminta berpura-pura,” jelasnya. 

Yudo percaya dan membiarkan tersangka membawa mobil tersebut. Lalu di depan salah satu hotel, mobil tersebut diserahkan pada pelaku Heru. Marna mendapat uang Rp 1 juta dari Heru.

“Aksi tersangka ketahuan ketika saksi Yudo mengkroscek ke Tigor. Namun Tigor tak pernah mendapatkan telpon dari tersangka dan Yudo. Setelah itu, tersangka dilaporkan,” tegasnya. 

Setelah mendapatkan laporan tersebut, tim Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal lantas mengamankan tersangka. Marna ditangkap di tempat kerjannya tanpa perlawanan. Saat diperiksa, Marna mengakui perbuatannya. “Dia mengaku butuh uang,” ujar Misdianto. 

Saat ini, polisi masih masih melakukan pengejaran terhadap Heru dan Rachmad. Diduga merekalah otak pencurian yang disertai dengan penggelapan itu.

Berdasarkan informasi, kedua pelaku yang kini menjadi buron itu juga seorang sekuriti. “Kami masih melakukan pengejaran dengan mencoba melacak keberadaan mobil yang dibawa kabur,” jelasnya.

Marna mengaku tak mengetahui keberadaan dua rekannya itu. Sebab setelah kejadian itu, dia tak berhubungan kembali. Sementara uang Rp 1 juta yang diberikan oleh Heru sudah habis untuk membeli bensin dan kebutuhan sehari-hari. (yua/rtn)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia