Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Kurir SS Dermawan, Sumbangkan Uang Penjualan Narkoba ke Panti Asuhan

30 Desember 2018, 14: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

DIBEKUK: AKBP Indra Mardiana menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus peredaran sabu yang berhasil diamankan di Mapolrestabes Surabaya.

DIBEKUK: AKBP Indra Mardiana menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus peredaran sabu yang berhasil diamankan di Mapolrestabes Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Jiwa sosial Dani Hegxo Saputro, 35, patut diacungi jempol. Sebab dia rela menyisakan penghasilannya untuk disumbangkan ke panti asuhan. Namun belakangan diketahui uang yang disumbangkan diperoleh dengan cara yang tidak benar. Sebab pria yang tinggal di Jalan Genting IV nomor 23, Surabaya ini memperolehnya dengan cara berjualan sabu-sabu (SS).

Dani ditangkap anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya  pada Senin (10/12). Dia ditangkap di rumahnya. Saat ditangkap polisi menyita dua poket besar berisi ss masing-masing 7,1 gram dan 5,1 gram. Dari pengakuan tersangka, barang tersebut merupakan milik seorang napi di lapas Porong.

"Setelah itu kami kembangkan dan berhasil mengamankan barang bukti lain di rumahnya di Lamongan yakni 100 gram SS," ungkap Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Indra Mardiana, Jumat (28/12).

Dari pemeriksaan terungkap, seorang napi yang memasok sabu di Lapas Porong bernama Ponco, merupakan saudara kandung tersangka Dani. Untuk mengelabui petugas, tersangka dan napi tersebut menggunakan sistim ranjau yang lokasinya sudah disepakati sebelumnya melalui HP.

Tersangka mendapat upah setelah ss yang diedarkannya habis. Tersangka mengaku setiap menjualkan barang, ia mendapat upah sedikitnya Rp 3 juta." Mereka sudah bertransaksi sedikitnya dua kali yang pertama di sebuah taman Jalan Kartini dan yang kedua di Jalan Demak," tambah Indra.

Dari pengakuan Dani, ada hal yang unik. Ia mengaku uang upah hasil penjualan disumbangkan ke sebuah panti asuhan di Lamongan." Uang Rp 3 juta itu separuh digunakan untuk menyumbang panti asuhan di kota kelahirannya. Sementara sisanya untuk kebutuhan sehari-hari," tandas Indra. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia