Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Puluhan Ton Sampah Menggunung di Jalan Raya Metatu

30 Desember 2018, 08: 25: 59 WIB | editor : Wijayanto

TPS BARU: Puluhan ton sampah terlihat menggunung di Jalan Raya Metatu.

TPS BARU: Puluhan ton sampah terlihat menggunung di Jalan Raya Metatu. (FAHTIA AINUR ROFIQ/RADAR SURABAYA)

Share this      

GRESIK - Persoalan sampah tampaknya benar-benar sulit diselesaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Terbukti, hingga kini masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan dipinggir jalan. Salah satunya, di Jalan Metatu. Puluhan ton sampah terlihat menggunung tepat di pinggir jalan.

Selain tidak enang dipandang, kondisi ini juga mengganggu pengendara yang melintas karena menimbulkan bau tidak sedap. Pengendara meminta agar pemerintah segera melakukan pembersihan lokasi tersebut.

Kepala DLH Gresik Najikh mengaku selama ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan perangkat setempat. Baik Camat, Kepala Desa, hingga kepala dusun. “Kami sudah koordinasi. Bahkan sudah ada pembersihan bareng. Tapi ya begitu, ulah tangan jahil membuatnya numpuk lagi,” ujarnya.

Selama ini, Najikh sudah mencatat daerah rawan pembuangan sampah. Selain di Jalan Raya Metatu, wilayah Driyorejo, Boboh, Kepatihan, dan Bungah juga menjadi catatan. “Kerap di wilayah-wilayah itu menjadi sasaran buang sampah sembarangan,” imbuhnya.

Sementara, Sekertaris Desa Metatu Hadi Setyawan berencana akan melakukan pengerukan dengan alat berat. Namun untuk saat ini belum bisa. Hadi mengatakan alat berat belum bisa masuk lantaran masih ada pengerjaan jalan di beberapa titik.

Selama ini pihak desa sudah rutin membersihkan. Tapi ada lagi. Merasa jengkel, warga dan pihak desa memberi plakat peringatan. Satu dua hari aman. Tidak terlihat sampah baru. Masuk hari ketiga, plakat malah hilang.

Hadi mengaku sudah membuat plakat hingga tiga kali. Tapi hilang semua. Malah plakat terakhir bernada ancaman. “Tetap hilang plakatnya. Rata-rata yang buang itu sore hingga malam. Dan main lempat lewat kendaraan baik motor atau mobil. Ya kami minta ada koordinasi dari lintas sektor untuk kebersihan ini. Kami minta kerjasama dengan DLH agar bisa melakukan pengerukan sampah disana,” pungkasnya. (rof)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia