Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

19.235 Perkara Nunggak di Kejati Jatim

30 Desember 2018, 05: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

RILIS: Kajati Jatim Sunarta (tengah) saat menyampaikan anev perkara di instansi yang dipimpinnya.

RILIS: Kajati Jatim Sunarta (tengah) saat menyampaikan anev perkara di instansi yang dipimpinnya. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Tutup tahun menjadi bahan analisa dan evaluasi (anev) kinerja Kejaksaan Tinggi ( Kejati) Jatim. Dari data tahunan ini, ada sekitar 19.235 perkara yang menjadi pekerjaan rumah korps adhiyaksa itu. Tunggakan perkata tersebut akan diselesaikan tahun depan. 

Berdasarkan data anev tahun 2018 tersebut mencantumkan pada awal tahun 2018 kejati sudah memiliki 32. 206 perkara tanggungan pada tahun 2017. Perkara tersebut masih berupa SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyelidikan). Lalu pada tahun ini tercatat ada 19.100 SPDP yang masuk. Sehingga total SPDP yang masuk adalah 51.306 perkara.

Kemudian dari jumlah keseluruhan SPDP Kejati Jatim penyidik menindaklanjutinya dengan penyerahan tahap 1 yakni 15.923 perkara. Selain itu ada pula yang dihentikan penyidikannya sekitar 909 perkara hingga total ada 34. 474 perkara yang sudah tahap 1. 

Kemudian ada pula perkara tahap 1 sisa tahun 2017 yakni sekitar 18.710 sedangkan tahun ini mencapai 16.893 perkara. Sehingga jumlah keseluruhan tahap satu mencapai 35.603 perkara, lalu berkas yang dinyatakan lengkap (P21) mencapai 15.247 perkara.  "Total ada sekitar 19.235 perkara yang harus dikebut untuk diselsaikan pada tahun 2019. Itu pekerjaan rumah kami," ungkap Kepala Kejati Jatim, Sunarta. 

Sunarta menambahkan dari ribuan perkara yang ditangani ada beberapa perkara yang dinilai menonjol diantaranya ilegal loging yakni 327 perkara dan lingkungan hidup 19 perkara. Sedangkan untuk kejahatan perbankan ada 17 perkara. "Namun yang paling tinggi adalah perkara narkoba yakni mencapai  4739 perkara," ujarnya. 

Selain itu kasus 3C juga cukup tinggi. Untuk pencurian dan pemberatan ada sekitar 1111 perkara, curas 361 perkara. Ada pula empat perkara pemerkosaan, 770 perkara perjudian, 874 perkara penganiyaan dan 1053 perkara penggelapan. Lalu ada juga perkara kekerasan terhadap anak yakni 826 perkara, traffiking 34 perkara dan kdrt 826 perkara. "Semuanya ada yang sudah vonis dan proses tuntutan," terangnya. 

Lalu untuk penanganan korupsi kejati menangani 35 perkara sedangkan di kejari 168 perkara. Dari upaya itu, kejati telah menyelamatkan uang negara sekitar Rp 228 Miliar. "Melihat masih banyak PR. Kedepan kami meminta baik di Kejati maupun Kejari untuk terus meningkatkan kinerjanya. Sehingga semua PR tersebut bisa rampung," tegas Sunarta. (yua/nug)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia