Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

PAD Surabaya Lampaui Target, BPHTB Kontributor Tertinggi

28 Desember 2018, 17: 41: 41 WIB | editor : Wijayanto

GRAFIS

GRAFIS (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya dari sektor pajak pada tahun 2018 mencapai Rp 3,7 triliun. Nominal yang terealisasi tersebut melampaui target awal, yaitu Rp 3,6 triliun yang direncanakan dalam APBD.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Pemkot Surabaya Yusron Sumartono mengatakan, pendapatan pajak daerah yang tertinggi masih ditopang dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) mencapai Rp 1,1 triliun. Pendapatan terbesar kedua dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Rp 1,1 triliun.

Yusron mengatakan, selain pajak BPHTB dan PBB, nilai pendapatan asli daerah yang juga besar adalah dari pajak restoran sebesar Rp 466 miliar. Menurut Yusron pertumbuhan restoran di Surabaya cukup signifikan, hampir setiap ruko dan hotel yang tumbuh menyertakan tumbuhnya kafe dan restoran.

“Jumlah restoran terus tumbuh, ribuan jumlahnya. Berbeda kalau hotel di Surabaya masih bisa dihitung,” katanya di Kantor Humas Pemkot Surabaya, Kamis (27/12).

Adapun pajak hotel mencapai Rp 265 miliar, pajak penerangan jalan Rp 407 miliar, reklame Rp 137 miliar, pajak parkir Rp 84 miliar, pajak hiburan Rp 78 miliar, dan pajak air tanah Rp 1,4 miliar. “Pajak air tanah ini adalah perolehan sumber air dari pengeboran tanah yang digunakan komersil, seperti cuci motor, mobil yang menggunakan air tanah,” katanya.

Yusron menuturkan, saat terjadi teror bom pada bulan Mei 2018 lalu, mamang geliat ekonomi sempat menurun pada sektor perhotelan dan restoran selama tiga bulan. Namun setelah kemanan kembali kondusif, Surabaya menggeliat kembali.

“Tapi setelah kondusif, kembali banyak lagi yang berkunjung ke hotel dan restoran,” tuturnya.

Yusron juga berharap kondisi keamanan Surabaya terus kondusif di tahun 2019 mendatang, sehingga target PAD dari sektor pajak bisa mencapai target sebesar Rp 4 miliar. “Semoga nanti di tahun 2019 bisa semakin meningkat, dan Surabaya semakin aman agar kondisi perekonomian lebih stabil menigkat lagi,” tandasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia