Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Gegeran Terus, Akhirnya Terbongkar Pelihara Simpanan

28 Desember 2018, 04: 15: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Kalau memang mau menyembunyikan simpanan, mbok ya yang tenang gitu lho. Sembunyi-sembunyi. Jangan malah gaduh dan mengundang penasaran banyak orang. Ya ketahuan dong akhirnya.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya
 
Donwori, 37, adalah seorang karyawan swasta biasa dengan gaji seadanya. Namun nyalinya gede, sampai berani menghidupi dua perempuan sekaligus. Karin, 32, istri sahnya, dan Sephia, 28, simpanannya. Tentu saja, dua wanita ini tidak ia 'pelihara' dalam satu rumah. Karin tinggal dengan keluarganya, sementara Sephia ia 'simpan' di rumah kos-kosan.

Tak main-main, Donwori sudah mengencani Sephia selama satu tahun lamanya. Ia pun rutin menyambangi janda muda tanpa anak ini setiap harinya. Namun, kata Donwori, belakangan Sephia ini berbuat onar. “Angger aku teko, dia mesti njaluk dirabi. Bendino, sampek mumet aku,” kata Donwori dalam sesi curhat singkat di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA)  Klas 1 A Surabaya. .

Sebenarnya, Donwori ini cinta-cinta saja dengan Sephia. Namun yang menjadi masalah, untuk sampai menikahi, ia belum mampu. Atau lebih tepatnya, ia tak mau. Alasannya, pekerjaannya sekarang, yang ia pakai untuk menghidupi Karin juga, ia dapat dari channel orang tua Karin. Nah kalau ia nekat mengajak Karin poligami gara-gara ada orang ketiga, habis nasibnya.

Keengganan Donwori untuk segera menikahi Sephia inilah yang membuat keduanya selalu geger. Gegernya pun tidak hanya adu mulut. Namun sampai membanting segala perkakas yang ada. Ya meskipun Radar Surabaya yakin banyak perkakas plastiknya ketimbang kacanya, khas orang kos, mungkin.

“Paling podo risih, krungu aku gegeran bendino, trus lapor RT. Eh, aku diparani,” katanya lagi.

Dan dari sinilah perselingkuhan Donwori terungkap. Sebelumnya, pemilik kos pun tak pernah menanyakan status pernikahan Donwori dan Sephia. Pun para tetangga yang juga apatis. Tapi di tangan pak RT, semuanya terbongkar. Kalau kata pak RT, perselisihannya dengan Sephia sampai melemparkan kata-kata kotor dan gaduh itu mengganggu ketenangan warga sekitar.

Bahkan, setelah tahu kalau keduanya pasangan kumpul kebo, si pak RT memaksa mengontak keluarga Donwori. “Nganceme sangar sisan. Dilaporno bojo dewe opo dilaporno polisi, pilih endi. Yo akhire aku milih sing rodok aman (dilaporkan istri, Red),” kata pria berkulit sawo matang ini, kemudian.

Dan dari sinilah gegeran paripurna terjadi. Ketika dipanggil si pak RT, rupanya Karin tak sendirian. Bahkan, ia juga bawa rombongan. Sebapak-bapaknya, se-emak-emaknya, se-kakak-kakaknya. Bisa dikatakan, hari itu adalah hari 'pembantaian pembuka' sebelum ia dibantai sesungguhnya di neraka.

Donwori memang tak sempat dipukuli, namun masing-masing keluarga Karin melucutinya dengan olok-olok dan kemarahan. Bahkan, itu adalah kali pertama mertuanya yang ia kenal sopan dan tak pernah marah, memakinya dengan kata-kata kasar. Tentu saja dibarengi dengan pengusiran Donwori dari rumah dan pemecatannya dari kerjaan.

Takut-takut, Radar Surabaya bertanya, “Lalu nasibnya Mbak Sephia gimana  Mas?" Dan dijawab sekenanya oleh Donwori,  "Ya lek gelem nggembel karo aku, ya ayok lanjut,” pungkasnya.  (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia