Minggu, 23 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Tak Terima Ditegur Tetangga, Ancam Pakai Pedang, Ditangkap Polisi

27 Desember 2018, 19: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

AROGAN: Julio Da Cunha dan pedang yang dipakai mengancam tetangga.

AROGAN: Julio Da Cunha dan pedang yang dipakai mengancam tetangga. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Sikap arogan Julio Da Cunha, 36, harus dibayar mahal. Pria yang tinggal di Jalan Gadel Timur Gang 5, Karang Poh, Tandes, Surabaya ini nekat mengacungkan parang ke sejumlah tetangga hanya karena tak terima ditegur usia memutar musik dengan suara keras. Ia pun segera diamankan tim Unit Reskrim Polsek Tandes.

Julio mengacungkan parang kepada sejumlah tetangga pada Selasa (25/12). Pemicunya sejumlah tetangga menegurnya lantaran memutar musik dengan suara keras. Padahal waktu sudah menunjukkan jam 21.00. Sejumlah tetangga tak melarangnya mendengarkan musik hanya saja minta volumenya dikecilkan sebab mengganggu anak-anak yang hendak tidur.

Namun permintaan tetangga yang sopan tersebut berbalas sebaliknya. Julio justru marah dan memaki sejumlah tetangga. Dia menganggap jika para tetangga terlalu usil mencampuri kehidupannya. Respon Julio yang arogan direspon warga yang saat itu juga terbawa emosi hingga terjadi cekcok mulut.

"Tak berhenti sampai di situ, tersangka masuk ke dalam kamar dan mengambil parang. Lalu senjata tajam tersebut diacungkan ke sejumlah tetangga yang menegurnya," ungkap Kanit Reskrim Polsek Tandes, Ipda Gogot, Kamis (27/12)

Gogot menjelaskan karena tindakannya mengancam keselamatan warga, Julio pun dilaporkan ke anggota Polsek Tandes. Kebetulan saat itu anggota usai menggelar patroli natal langsung mendatangi lokasi.

Setelah tiba, Julio diminta memyerahkan sajam yang ia bawa. Namun ia menolak dan masih saja mengacungkan sajam tersebut. "Kami pun terpaksa mengelurkan pistol tanpa peluru agar korban menyerah. Setelah itu, dia kami amankan bersama barang bukti sajam," terangnya.

Menurut Gogot dari hasil keterangan Julio, dia mengaku marah lantaran keasyikannya mendengarkan musik diprotes warga. Padahal, dia sedang mendengarkan musik dangdut favoritnya. Ia sama sekali tak mau terima alasan warga menegurnya. "Intinya ia tersinggung setelah ditegur. Setelah itu dengan emosi ia mengeluarkan parang tersebut," tandas Gogot. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia