Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Disperindagkop Gresik Siapkan Ratusan UKM Sambut Peluang Usaha di Tol

27 Desember 2018, 12: 34: 13 WIB | editor : Wijayanto

OPTIMIS: Salah satu pengusaha UMKM di Gresik, Siti Hamidah menunjukkan hasil produksinya di jalan sekitar jalur Tol Bunder.

OPTIMIS: Salah satu pengusaha UMKM di Gresik, Siti Hamidah menunjukkan hasil produksinya di jalan sekitar jalur Tol Bunder. (UMY HANY AKASA/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Peluang bisnis bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di megaproyek Tol Trans Jawa terbuka lebar. Pemkab Gresik menyiapkan ratusan pelaku usaha untuk bersaing di sana.

“Peluang usaha di dua ruas tol itu cukup terbuka. Khususnya bagi pelaku usaha kuliner, mainan maupun souvenir khas,” ujar Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Gresik, Agus Budiono.

Peluang usaha yang bisa dimaksimalkan, bisa di spot rest area tol dan di pintu keluar-masuk. Di dua lokasi itu pemkab bisa melakukan intervensi. Penyediaan fasilitas atau mendorong pelaku untuk aktif langsung.

Di pintu keluar masuk yang dikenal dengam exit tol, sebenarnya sudah ada aktifitas usaha. Di antaranya di pintu exit tol Bunder. Sepanjang Jalan Wahidin Sudirohusodo ada banyak kuliner. Mulai makanan khas Gresik, Nasi Krawu, aneka warung nasi dan warung kopi.

Bahkan, untuk Nasi Krawu buka hingga 24 jam. Pembelinya juga diakui banyak yang pemgguna tol Bunder. “Rata-rata pembelinya orang yang masuk atau turun tol Bunder,” aku Sholikah, 34, pramusaji yang mengaku dari Sampang itu.

Mungkin di pintu tol Manyar yang belum bisa dimaksimalkan. Sepanjang Jalan Raya Manyar ada banyak kuliner maupun warung kopi. Namun, rata-rata pembelinya bukan pengguna tol.

Kedua pintu tol tersebut, sebenarnya berpeluang untuk ditempatkan rest area bayangan. Dengan suguhan makanan dan minuman pendukung. Apalagi, dari dua pintu tol itu bagian masuk jalur tol panjang. Dan, membuka area peristirahatam itu bisa dilakukan atas intervensi pemerintah setempat.

“Memang belum ada rencana. Hanya kami akui warung-warung yang ada cukup membantu,” aku Agus Budiono.
Kendati begitu, kata Agus, pihaknya tidak ingin kecolongan untuk potensi usaha di rest area tol Manyar-Sidoarjo. Meski baru dioperasikan setahun lagi, namun pihaknya sudah menyiapkan UKM-UKM kuliner Gresik yang siap bersaing.

“Langkah awal kita melakukan workshop UKM. Kerjasama dengan beberapa perusahaan. Pintunya adalah CSR untuk menggeliatkan pelaku industri sektor ritel,” ungkapnya.

Kegiatan itu digelar akhir tahun ini. Bagi Agus, akseptabilitas transportasi itu bisa memicu kantong-kantong usaha kecil menengah. Khususnya usaha kuliner, aksesoris dan juga souvenir. “Melalui workshop, kami siapkan puluhan dan bahkan ratusan pelaku UKM untuk siap. Kalau kami total ada 100 ribuan yang siap bersaing,” kata dia. (han)

(sb/han/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia