Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Libur Panjang Nataru, Okupansi Hotel di Daerah Wisata Meningkat

26 Desember 2018, 18: 55: 47 WIB | editor : Wijayanto

RAMAI: Pengunjung mendapatkan informasi reservasi di lobby salah satu hotel di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. Memasuki masa liburan Natal dan tahun b

RAMAI: Pengunjung mendapatkan informasi reservasi di lobby salah satu hotel di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. Memasuki masa liburan Natal dan tahun baru, okupansi hotel di Surabaya mengalami peningkatan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memprediksi tingkat hunian atau okupansi hotel di Jawa Timur akan melonjak saat masa libur Natal dan tahun baru (Nataru). Hal ini disampaikan oleh Ketua PHRI Jawa Timur Herry Siswanto.

Menurutnya, pada bulan Desember ini tingkat hunian berada di posisi 62 persen. Sedangkan dengan adanya momen Nataru, diharapkan terdapat peningkatan okupansi. "Karena apabila dibandingkan dengan bulan-bulan biasanya akan ada peningkatan bisa mencapai rata-rata 67 persen," tuturnya kepada Radar Surabaya, Selasa (25/12).

Hal ini didorong dengan strategi khusus yang dilakukan oleh hotel-hotel pada saat menjelang Nataru. "Mereka banyak memasarkan paket atau promo dalam event-event yang diselenggarakan pada Nataru. Dan paket itu biasanya sudah termasuk stay di hotelnya," jelasnya.

Selain itu, momen Nataru memberikan pengaruh besar terhadap okupansi hotel, khususnya hotel-hotel yang berada di daerah pariwisata, seperti Malang, Batu, dan Banyuwangi. Herry mengklaim, hotel di kawasan pariwisata mengalami peningkatan okupansi mencapai satu setengah kali lipat pada saat long weekend.

"Justru karena adanya long weekend tersebut, dalam kondisi weekend saja sudah cukup ramai," ujarnya.

Menurutnya, banyaknya kegiatan di bidang pariwisata daerah juga turut mendorong tingkat okupansi hotel. Sementara untuk waktu high season lonjakan tingkat okupansi hotel diperkirakan akan mulai terjadi biasanya pada tanggal 28 Desember 2018 sampai 2 Januari 2019. "Biasanya lonjakan mulai terjadi pada H-3 sampai dengan H-2 long weekend," tuturnya.

Meski demikian, tingkat okupansi hotel pada bulan Januari-Maret dipredikai akan kembali dalam posisi low season. "Untuk tahun depan seperti bulan Januari, Februari, dan Maret tingkat hunian mengalami low season hingga 35 persen dan baru akan normal kembali pada bulan April," imbuhnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia