Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Tinggal di Rumah Mertua Indah, Gegeran Terus Tak Pernah Putus

26 Desember 2018, 18: 23: 04 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS RADAR SURABAYA)

Share this      

Menikah bukan hanya perkara aku dan kamu saling suka, lalu hidup bahagia bersama selamanya. Ada keluarga, ada mertua juga yang sering kresnya daripada akurnya.

Ismaul choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Dulu Karin, 27, tak pernah terpikir bahwa campur tangan orang tua dalam kehidupan rumah tangga bisa serumit ini. Di bayangannya, asalkan ia dan suaminya saling cinta, maka seperti apapun menyebalkannya mertua, tak akan menggaggu kehidupan rumah tangganya. Tapi nyatanya tak sesimpel itu Ferguso.

Siapa yang menyangka, bahwa mertua yang sungguh baik kepadanya saat ia dan Donwori, 30, pacaran berubah 180 derajad. Menjadi mertua mengerikan setelah Karin menikah. Gara-gara mertua juga, hubungan yang berjalan empat tahun itu kandas sudah.

"Aku capek, bosan berurusan lagi sama mamae Donwori," kata Karin ketika ditemui  di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA)  Klas 1 A Surabaya, belum lama ini. 

Karin menjelaskan, selama tinggal bersama, ia tak pernah diperlakukan dengan baik oleh mertuanya. Kalau tidak dibanding-bandingkan, ya disalah-salahkan. "Sejak tahu sifatnya begitu, aku memang jaga jarak. Wah tambah, sejak itu aku makin didiskriminasi " jelas Karin.

Sikapnya ini, aku Karin memang kelemahannya. Ia tak bisa baik atau "pura-pura" baik kalau sudah disakiti. Walhasil, ia hanya akan berkomunikasi sekedarnya dengan mertua. Dari sini, Karin dituduh-tuduh mantu tak tau diri dan tak tau mengambil hati mertua. "Bukan apa-apa mbak, mertuaku iku kebangetan memang, aku kadung loro ati," Katanya.

Kata Karin, setiap hari tak ada yang terlewat tanpa perkataan menyakitkan dari mertua. Padahal, ia mengaku, meski sebentar, sebelum kerja ia juga membantu melakukan pekerjaan rumah. " Aku di cacat terus, begini gak bener begitu gak bener," Katanya.

Sikap jahat mertuanya ini hanya berlaku kepadanya saja. Dengan mantu yang lain, mertuanya sungguh sayang. Karin sendiri sebenarnya tak pernah tahu apa yang membuat mertuanya begitu membencinya. Kalau iri dengannya, apa yang diirikan.

Kalau merasa anaknya direbut, toh Donwori ini anak mamanya sekali. Yang selalu sayang dan ngglibet sama mamanya. Kalau kurang puas dengan background keluarga dan ekonomi Karin, ya tidak juga. Wong kalau Karin rasa-rasa, keluarganya lebih sejahtera ketimbang keluarganya Donwori.

"Mungkin karena tinggal bersama terus Mbak, makanya tidak akur. Ndak coba tinggal pisah sama mertua?" tanya Radar Surabaya, sok-sokan jadi konsultan pernikahan. "Lho sudah setahun terakhir ini kami ngontrak seadanya sama suami," ungkap Karin kemudian.

Namun rupanya teror dari mertua terus mengikuti Karin sampai pada lontrakan. Mertuanya akan marah-marah kalau sehari saja Donwori tak menelepon. Saat menelepon pun, alih-alih mengucapkan kangen pada mantu dan cucunya, malah menjelekkan Karin.

Hingga keputusan Karin berpisah ini bermula ketika sang mertua, mengolok-olok orang tua Karin. Karin dituduh selama ini menggunakan uang Donwori hingga habis untuk biaya berobat bapaknya. "Bapakku memang sakit Mbak, tapi ya maaf saja. Aku mampu mbayari berobatnya. Wong gajinya Mas Don itu juga gak cukup mau buat nambal. Gitu mamanya gak sadar diri," keluh Karin.

Terhadap perilaku menyebalkan orang tuanya, Donwori selalu dan selalu meminta Karin untuk sabar. Namun lama ditahan-tahan, kesabarannya habis juga. Jika ia flashback, hampir 90 persen pertengkaran rumah tangganya dipicu perilaku sikap mertuanya. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia