Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Malak di SPBU Bunder, Belasan Anak Punk Digaruk Tim Black Panther

26 Desember 2018, 17: 57: 41 WIB | editor : Wijayanto

DIAMANKAN: Anggota Polisi mengamankan sepuluh anak punk di Mapolsek Kebomas untuk dilakukan penandataan.

DIAMANKAN: Anggota Polisi mengamankan sepuluh anak punk di Mapolsek Kebomas untuk dilakukan penandataan. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Anggota Black Panther Polres Gresik dibantu anggota reskrim Polsek Kemobas mengamankan sepuluh anak punk saat sedang mangkal di perempatan Bunder, Rabu sore (26/12). Gerombolan anak punk tersebut diamankan karena diduga melakukan penodongan dan perampasan seorang pengendara jalan di depan SPBU Bunder, Jalan Wahidin Sudirohusodo.

Petugas mengamankan sebuah senjata tajam (sajam) berupa pedang yang dibungkus dengan selongsong pipa warna hitam, dua buah handphone warna hitam dan sejumlah uang dari tangan anak punk tersebut. Selanjutnya, mereka digelandang ke Mapolsek Kebomas untuk diperiksa.

“Ketika melakukan patroli, kita melihat belasan anak punk saat berada di di depan Pom Bensin Bunder. Karena mencurigakan, mereka kita amankan bersama barang bukti senjata  tajam,”  terang Perwira Unit (Panit) 1 Reskrim Polsek Kebomas, Ipda Dawud.

Penangkapan tersebut, lanjut dia, berawal dari laporan seorang pengendara jalan bahwa di depan Pom Bensin Bunder ada sepuluh anak punk yang sedang mangkal diduga melakukan pemerasan dengan senjata tajam. Berbekal laporan itu, anggota tim Black Panther yang sedang melakukan patroli keliling pengamanan di wilayah Gresik dan anggota polisi pos pelayanan Natal dan tahun baru yang memantau lewat CCTV di lokasi kejadian bergerak ke lokasi dan melakukan pengamanan.

"Ternyata benar yang dilaporkan. Kita kemudian membawa mereka ke kantor guna pemeriksaan dan pendataan. Kita menemukan sajam yang dibawa oleh salah satu anak punk, dua hape, dan uang yang diduga hasil perampasan dengan kekerasan,” ungkap Dawud.

Lebih lanjut, Ipda Dawud mengatakan bahwa anak punk yang diamankan itu disangkakan dengan pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan sajam dan pasal 365 KUHP tentang perampasan. (yud/jay)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia