Jumat, 15 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Masih Nunggak 18, Dewan Hanya Mampu Rampungkan 12 Raperda

25 Desember 2018, 23: 29: 23 WIB | editor : Wijayanto

Ketua DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan

Ketua DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan (DOK/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) dibatasi paling banyak empat raperda. Kebijakan ini diharapkan bisa membuat anggota dewan fokus menuntaskan raperda. Sisa 18 raperda yang belum digedok tidak akan bisa menambah usulan raperda baik itu dari eksekutif maupun inisiatif DPRD.

Ketua DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan mengatakan, sesuai dengan aturan yang baru, jumlah pansus maksimal sebanyak jumlah komisi. Artinya, dalam setiap pembahasan maksimal hanya boleh membahas empat perda. “Masih kita koordinasikan untuk sisa 18 raperda yang belum rampung,” katanya, Senin (24/12).

Politisi yang akrab disapa Wawan ini mengungkapkan, dengan pembatasan pansus raperda tersebut, maka target penyelasaian raperda bisa dipercepat. Sehingga, anggota DPRD bisa membentuk pansus lagi. “Jika sudah rampung bisa bentuk pansus lagi asalkan maksimal jumlahnya empat,” terangnya.

Menurut dia, aturan tersebut membuat penyelesaian raperda secara lebih cepat. Tidak lagi menumpuk. Dewan pun bisa fokus membahas raperda baru. “Eksekutif dan legislatif tentu harus bisa berkoordinasi untuk penyelesaian materi dan bahasan,” jelasnya.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sidoarjo Widagdo mengakui realisasinya belum sesuai target yang ditetapkan. Dari target 30 raperda, mendekati akhir tahun baru terselesaikan 12 saja. Artinya, ada tunggakan 18 raperda.

 Meski begitu, Widagdo mengaku lambatnya pembahasan raperda ini bukan sepenuhnya salah pihak legislatif. Dia menjelaskan, dari 30 raperda yang rencananya disahkan tahun ini sebanyak 24 di antaranya diajukan oleh eksekutif. Sedangkan enam lainnya merupakan inisiatif DPRD. “Kami ingin menyelesaikan setiap usulan raperda dengan cepat,” pungkasnya. (vga/rek)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia