Jumat, 23 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Suami Imam Salat di Musala, Istri Jago Dugem di Diskotek

25 Desember 2018, 07: 24: 16 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Suami mana yang suka melihat istrinya joget-joget bak cacing kepanasan di klab malam. Ya kecuali, kalau yang laki sama errornya. Kalau suami yang lurus-lurus saja, ya mana tahan. 
Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya 
Donwori, 29, termasuk golongan pria baik-baik. Ia bahkan ditugasi menjadi imam salat subuh di musala di kompleks perumahannya. Yah, hanya subuh saja. Karena di empat waktu lainnya, ia lebih banyak menghabiskan waktu di luar. Bekerja. Meski penampilannya tidak ustaz sekali, cukup dipandang dan disebut alim lah.Tapi berbanding terbalik dengan Donwori, Karin, 26, ini malah liar sekali. Sejak muda ia terjerumus dalam lingkaran pertemanan yang salah hingga akhirnya suka clubbing. Kegemaran Karin inilah yang memicu keretakan hubungan rumah tangganya.Saat berada di Pengadilan Agama (PA)  Klas 1A Surabaya, Donwori menumpahkan uneg-unegnya. "Sudah tak beri waktu lama untuk memperbaiki sikapnya, eh diulang terus. Karena gak bisa diarahkan, ya tak cerai saja," kata Donwori, enteng.Memang, sejak sebelum pacaran, Donwori sudah tahu kebiasaan buruk kekasihnya.Sebelum memutuskan untuk menikah pun, Donwori banyak pertimbangan. Hingga akhirnya dia yakin setelah Karin berjanji untuk berhenti dugem. Di awal pernikahan,  Karin memang menepati janjinya. Namun semakin ke sini, kebiasaannya itu muncul lagi."Apa pun dari Karin aku suka Mbak, kecuali kebiasaan buruknya yang satu itu. Ya makanya tak nikahi," lanjit Donwori kemudian.Donwori bercerita, kalau istrinya memang sosok yang bisa diandalkan. Karirnya bagus. Karin juga selalu sabar mendengar keluhan Donwori. Otaknya juga jalan, sehingga bisa jadi teman ngobrol yang baik. Intinya, semua kecuali kebiasaan clubbing itu, sebenarnya Donwori sih yes.Siapa pun pasti setuju jika clubbing bukan tingkah laku wanita baik-baik. Termasuk di pandangan Donwori. Ya siapa yang rela melihat istrinya berpakaian mini, joget sana-sini. Dilihatin sama laki-laki hidung belang. Belum mgrokoknya, belum mabuknya. Segala tentang clubbing buruk. Tak ada baiknya.Kata wakil direktur perusahaan swasta ini (ya di usia semuda itu, karir Donwori sudah mentereng, sama menterengnya dengan penampilannya, klimis), Karin kembali kumat beberapa bulan terakhir. Gara-garanya Karin nyambung lagi dengan teman nakalnya. Bahkan, ia pintar lagi menyembunyikan fakta. Mau clubbing ngakunya arisan, tapi pulang-pulang bau alkohol semuanya. Begitu terus alasannya. Hinga pertengkaran-pertengkaran tak bisa terelakkan.  "Percuma nikah, kalau istrinya gak bisa dibimbing," ujar Donwori, sedih.Dalam hati Radar Surabaya hanya bisa mbatin. "Nikahin aku aja  Bang. Nikahin, ha... ha... ha." Ngarep. (*/opi) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia