Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Proyek Molor, Bupati Sidak 13 Proyek DPUTR

24 Desember 2018, 19: 05: 05 WIB | editor : Wijayanto

KECEWA: Bupati Sambari didampingi Asisten I Siswadi saat melihat proyek peningkatan jalan yang belum tuntas.

KECEWA: Bupati Sambari didampingi Asisten I Siswadi saat melihat proyek peningkatan jalan yang belum tuntas. (FIRMAN/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Dalam dua pekan ini, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto benar-benar memelototi proyek di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR). Terakhir, Minggu pagi, dia menginspeksi 13 proyek. Hasilnya Bupati Sambari kecewa berat.

Kekecewaan orang nomor satu di Pemkab Gresik itu cukup beralasan. Sebab, hampir semua proyek tidak ada yang tuntas alias molor. Selain itu, sebagianbesar proyek fisik bina marga dan cipta karya tidak memenuhi spesifikasi kegiatan.

Saat melihat proyek peningkatan Jalan KH Syafi’i di Desa Suci, kecamatan Manyar, Bupati Sambari mengaku dirinya dibohongi oleh pengawas proyek jalan.

"Katanya pengecoran jalan dilakukan awal Desember. Namun faktanya proyek jalan tersebut dicor pada hari Jumat malam. Saya tahu kalau harus berhadapan dengan maling seperti apa, banyak yang nyolong di proyek ini. Dicor 3 hari yang lalu lapor ke saya dicor 2 minggu,” keluh Sambari disela-sela sidaknya.

Tidak hanya dibohongi, Bupati Gresik merasa geram dengan pelaksana proyek yang membuka akses jalan proyek untuk kendaraan bermotor. Padahal sesuai prosedur, jalan baru bisa dilintasi saat beton cor sudah berusia 3 hari ke atas. 

Akibat dilintasi kendaraan lebih awal, badan jalan yang bergelombang dan tidak padat. Bahkan sisi tepi proyek senilai Rp 4 miliar lebih itu rapuh dan mudah rontok.  “Kalau jalan ini belum waktunya dibuka ya jangan dibuka. Mana tanggung jawab dari kontraktornya. Saya jamin jalan ini tidak akan berumur panjang,” tegasnya.

Melihat kondisi ini, Sambari yang ditemani Asisten II Pemkab Gresik, Siswadi Aprilianto dan Kepala Bagian Pembangunan Pemkab Gresik, Ida Lailatus Sa’diyah itu langsung menelepon Kepala DPUTR, Gunawan Setijadi. 

Ada beberapa hal yang disampaikan oleh Sambari kepada Gunawan. Salah satunya adalah sikap tegas Pemkab terhadap kontaktor yang bandel. “Semua sanksi untuk kontraktor nanti saya serahkan pada dinas terkait dan inspektorat. Harusnya dua instansi itu sudah tahu apa yang harus dilakukan,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten II Pemkab Gresik Siswadi Aprilianto mengancam tidak akan membayar pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Bahkan dia akan memblacklist kontraktor yang terbukti dalam pekerjaannya tidak beres.

“Kami sangat komitmen dalam menuntaskan beberapa proyek di Gresik hingga akhir tahun ini. Jika ada yang main-main kami juga tidak segan untuk memberikan tindakan tegas,” kata Siswadi.

Ditempat sama, Kepala Bagian Pembangunan Pemkab Gresik, Ida Lailatus Sa’diyah menyebut secara total ada 13 proyek jalan yang tersebar di Gresik. Yakni di wilayah Utara hingga Selatan saat ini terus dikebut pekerjannya. Dari 13 proyek jalan itu ada dua proyek yang progresnya masih dibawah 15 persen.

Proyek yang masih minim progresnya itu diketahui di proyek peningkatan Jalan Sidoraharjo-Kesamben Kulon. Kemudian proyek Jalan Surowiti-Tebuwung yang progresnya baru 10 persen. “Sementara untuk proyek Jalan Menganti-Kepatihan sejauh 1,6 KM saat ini progresnya 70 persen lebih. Proyek ini menelan anggaran paling besar mencapai Rp 11,6 miliar,” terang Ida. (fir/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia