Jumat, 23 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

25 Tahun Nikahi Suami Temperamen, Tiga Kali Urus Cerai

24 Desember 2018, 04: 15: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Istri mana yang betah dikasari suami. Seperti Karin, 49, ini. Selama 25 tahun menikah dengan Donwori, ia sudah mengajukan cerai sebanyak tiga kali. Hat-trick. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Setelah ngempet selama 25 tahun, akhirya Karin  menyerah juga. Jumat (21/12),  untuk ketiga kalinya Karin mendatangi Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya yang berada di Ketintang itu. 

Kepada Radar Surabaya, Karin mengaku tak tahan lagi dikasari terus oleh suami. Sejak menikah tahun 1994 lalu, hingga  tiga anaknya kini sudah usia dua puluhan, sikap kasar dan semena-mena Donwori tak pernah berubah. "Lek ngamuk, Mbak,  aku dipukuli. Yang terakhir ini, malah sampai dikunci di kamar selama tiga hari," cerita Karin, sangat bersemangat. 

Ia menjelaskan, gugatan pertama dilayangkan ketika Karin masih berusia dua puluh tahunan. Ketika usia pernikahannya masih beberapa tahun saja. Penyebabnya, ia shock dan tak tahan dengan sikap temperamen suaminya. "Tak tarik lagi gara-gara kasihan dengan anakku yang saat itu masih kecil," ungkapnya. 

Gugatan yang kedua ia layangkan dua tahun lalu. Alasannya, tak hanya KDRT saja. Donwori suka mengata-ngatai Karin dengan kata-kata menyakitkan. "Masa aku dikatai pelacur. Padahal selama ini, selingkuh sekali pun gak pernah. Meskipun karyawanku cowok-cowok semua, aku gak pernah ngelirik mereka," kata Karin marah. 

Karin menjelaskan, Donwori memang punya sikap cemburuan. Sayangnya cemburunya cemburu buta. Wong selama ini ia juga tak pernah dekat laki-laki. Tapi, tetap saja dicurigai. 

Apalagi, beberapa tahun terakhir, Karin dekat dengan sahabat wanita yang tak disukai Donwori. Namanya Sephia. Donwori memang kerap melarang Karin bergaul dengan Sephia gara-gara  sahabatnya itu terkenal perempuan nakal. Donwori takut ketularan kalau-kalau Karin dekat dengan Sephia. 

Karin mengaku, meski bersahabat baik, kalau urusan begituan (menggoda suami orang, Red) Karin tak pernah mau. Tapi setahun terakhir, setelah berkali-kali menolak, eh akhirnya ia kemakan juga oleh omongan Sephia. 

"Dia ngomong, gelem ta awakmu urip soro terus-terusan. Duwet gak onok, dikasari terus-terusan iyo.  Ayo nyoba sekali aja," kata Karin meniru bujuk rayu Sephia.

Ia pun mencoba sekali menjadi simpanan opa-opa kaya. Jangan salah baca, bukan oppa-oppa Korea. Namun sayang, kencannya baru satu kali, gerak-gerik  Karin sudah ketahuan. "Tambah, Mbak, aku dihajar habis-habisan. Lantai sampai berceceran kena darah," curhat Karin.

Setelah insiden dipukuli itu, Karin tak tahan lagi. Ia pun akhirnya meminta cerai. Keputusan itu rupanya didorong oleh ketiga anaknya. "Mereka malah memaksa saya menjebloskan suami ke penjara. Tapi aku sing nelangsa, masa tega anak menjarakan bapak sendiri," urainya.

Karin ini, begini-begini peduli dengan suaminya. Kata Karin, hidup Donwori memang nelangsa. Ia tak punya kerabat lain selain Karin ini.  Sayangnya, Donwori yang tak peka. Diberi perhatian begitu, masih saja suka main tangan."Kalau tak turuti mau cerai, sudah cerai sejak lama aku. Cuma kasihan anakku, nanti psikologise terganggu. Eh pas nganter aku ke psikolog, anakku katanya stres malahan tahu bapak ibuknya bertengkar terus ," ungkap Karin mengakhiri cerita pilunya. (*/opi) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia