Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Cinta Bersemi Gara-Gara Komen di Foto Profil

23 Desember 2018, 04: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Witing tresno jalaran soko ngglibet bendino. Di era digital, istilah ini sedikit mengalami modifikasi. Jadi witing tresno jalaran chattingan bendino. Seperti kisah cinta terlarang Karin,  45, ini.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

KARIN termasuk tipikal perempuan yang cekatan. Baru semalam bertengkar hebat dengan Donwori, 47, suaminya, paginya sudah itung-itungan sama pengacara, ngurus cerai. Di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, Jumat (21/12), ia melontarkan uneg-unegnya.

“Biar mahal yang penting cepet selesai urusanku, gak wara-wiri,” kata perempuan asal Kalibokor ini.

Keinginannya untuk segera bercerai didorong oleh sikap suaminya yang cemburuan. Padahal, selama ini Karin mengaku tak pernah sekali pun menjalin hubungan terlarang dengan pria lain. 

“Terus kemaren kenapa sampai bertengkar, Mbak ?” tanya Radar Surabaya, heran. “Nah itu, dia mergoki chattinganku sama Koko,” kata Karin, enteng.

Rupanya, yang disebut Karin ‘selingkuh’ Itu adalah pertemuan antara laki-laki dan perempuan sampai melakukan sesuatu. Sementara yang ia lakukan selama ini tak ia hitung sebagai selingkuh. Apalagi, posisi selingkuhan digitalnya ini ada di luar kota.

Jadi, selama ini, beberapa bulan terakhir, Karin intens berkomunikasi dengan Donjuan yang sering ia panggil sebagai “Koko” itu. Donjuan adalah rekan kerja Karin yang telah terpisah uluhan tahun dan baru  nyambung beberapa bulan saja gara-gara sosial media. 

“Gak tau ya, Mbak. Dulu itu padahal bertahuntahun kerja bareng, kita ya gak pernah ngobrol, terus pisah lama. Eh baru deket sekarang,” cerita Karin dengan mata berbinar-binar.

Komunikasi Karin dan Donjuan ini terjalin gara-gara si Koko sering mengomentari foto profilnya. Tak jarang, komentarnya dibumbui dengan bahasan “dewasa”. Karin menyebut, Kokonya ini orang yang nakal dan nyebelin, tapi memancingnya untuk membalas komennya. 

Mungkin, ini mungkin , gara-gara lawan bicaranya dikira sudah menikah, maka ia lost saja  cerita, tanpa filter. Padahal Radar Surabaya yang mendengarnya geli dan garuk-garuk hati. “Pas aku foto sama burung, dia komen, kok burungnya kecil, gatel, “ katanya cengengesan.

Lalu, setelah komenan itu, masih juga dibales Karin dengan nada nakal juga. “Gatelnya yang mana ? Mau digarukin ? Pakai apa? “ lanjutnya.

Komenan itu selalu datang setiap Karin ganti profil. Karin mengaku, godaan-godaan nakal Donjuan membuatnya merasa muda lagi. Saking terbiasanya dengan godaan Donjuan, ia kangen kalau satu malam saja tidak chattingan dengan si Koko. Hingga gerak gerik itu sempat tertangkap oleh Donwori.

“Dia tanya, chattingan sama siapa kok senyum-senyum. Ya aku bilang temen ,” katanya santai.

Dan karena namanya perempuan, Karin yang terbiasa dengan chattingan Donjuan, sempat meminta kejelasan hubungannya. Dan inilah yang memicu amarah Donwori. Karena bayang-bayang Donjuan selalu menghantuinya ke mana pun ia beraktifitas. Masak ingat Donjuan, kerja ingat Donjuan. Bahkan ketika dengan Donwori pun ingat Donjuan.

Akhirya, ia nekat menyampaikan perasaan hatinya. “Aku bilang ke Koko, pas malam-malam, sambil nangis. Ko, tetep seperti ini ya, dengerin curhatanku gak peduli apa pun. Jangan blokir kontakku, aku maunya seperti ini terus,” ujarnya.

Eh, ndilalah gerak gerik Karin ketangkap basah oleh Donwori. Pas sedang baper-bapernya, handphone yang ada di tangan Karin direbut. Setelah membaca chattingannya, sambil menangis, Karin dipukuli habis-habisan.

“ Abis itu, dia nelpon Koko. Bilang kalau aku barusan dipukuli, jadi jangan macam-macam,” katanya.

Rupanya Donwori dan Donjuan adalah sahabat lama. Yang agaknya, hubungan itu harus rusak gara-gara perselingkuhan online itu. “Aku nyaman sama dia Mbak, soalnya suamiku kaku. Kalau dengan Donjuan, dia bisa dengerin curhatku, bisa ngajak guyon. Meski nomerku sudah diblokir pun sama Mas Don, aku masih kangen,” pungkasnya. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia