Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Gresik

Papsmear Mampu Kurangi Angka Kematian Ibu

22 Desember 2018, 17: 07: 57 WIB | editor : Wijayanto

PEDULI : Salah satu dokter sedang memeriksa salah satu warga di kawasan Bungah dalam kegiatan Papsmear dan Palpasi Payudara.

PEDULI : Salah satu dokter sedang memeriksa salah satu warga di kawasan Bungah dalam kegiatan Papsmear dan Palpasi Payudara.

Share this      

GRESIK - Jumlah angka kematian ibu di Gresik cukup tinggi. Untuk itu, pengurus daerah Aisyiyah, Parahuta Diagnostik Center dan klinik di daerah menggelar kegiatan papsmear dan palpasi payudara di empat kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Benjeng, Balongpanggang, Dukun dan Bungah. 

Ketua Majelis Kesehatan PD Muhammadiyah Siti Faricha mengatakan jumlah kematian ibu di Gresik cukup tinggi. Data USAID mencatat ada 529 kasus kematian ibu di Jatim.

Sebesar 50 persen dari total kematian ini terjadi di 10 kabupaten, yaitu Jember, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Pasuruan, Gresik, Banyuwangi, Malang dan Ponorogo.

"Kanker serviks dan kanker payudara menjadi salah satu penyebab terbesar ibu meninggal,” ungkap Faricha.

Untuk itu, kanker serviks biasanya disebabkan virus, khususnya dari kontak seksual. 

Menurutnya, deteksi dini kanker serviks mendeteksi dini kanker serviks tidak perlu lagi mengeluarkan uang. Kanker serviks umumnya baru terdeteksi ketika sudah stadium lanjut karena proses pengobatan yang harus dilakukan menjadi lebih sulit dan biaya pengobatannya menjadi lebih mahal.

Namun, dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, kanker serviks sebetulnya paling mudah dicegah dan dideteksi. “Makanya semua bisa disembuhkan dan diobati dengan cara cek papsmear dan palpasi payudara,” ungkap Faricha.

Sementara itu, salah satu warga Bungah Muhibatul Aisyah mengaku awalnya takut mengikuti papsmear. “Tapi saya beranikan, karena ibu saya dulu meninggal juga karena kanker serviks. Jadinya harus lebih waspada,” ungkap dia. (han)

(sb/han/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia