Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Tak Gablek Duit Nekat Nyaleg, Setelah Kalah Dicerai Suami

22 Desember 2018, 04: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Dunia politik masih jadi ladang menggiurkan bagi sebagian besar orang. Maka tak heran, tak munafik juga, banyak orang yang rela menghabiskan banyak uang sampai hutang sana sini untuk biaya nyaleg. Ya macam Karin, 41, ini.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Suatu sore di Pengadilan Agama(PA) Klas 1A Surabaya, pertengahan pekan lalu. Radar Surabaya baru sempat ke PA sore hari karena sejak pagi berkeliling ke sana ke mari mencari alamat, eh bukan, mencari liputan. Alhasil, ketika sampai di PA, ruang tunggunya sudah lenggang. Tak ada nara sumber yang bisa dikorek cerita  pernikahan maupun perceraiannya. Eh salah lagi, drama hidupnya. Maaf setelah seharian kepanasan, Radar Surabaya tidak konsen menulis.

Beruntung, dewi fortuna masih menghampiri. Tanpa sengaja, Radar Surabaya berpapasan dengan seorang pengacara yang lumayan terkenal. Allhasil, dia pun Radar Surabaya jadikan nara sumber. Tak ada rotan, akar pun jadi.  "Pak ini kan mau musim pemilu, ada gak sih yang cerai gara-gara nyaleg," tanya Radar Surabaya, kepo. 

"Lho ya jelas ada, sttt ," katanya sembari menurunkan volume suaranya. 

Agaknya, ia takut-takut mau bercerita. Namun akhirnya, ia cerita juga. Jadi pernah, dia dapat klien, laki-laki. Mantan suami seorang perempuan yang nyaleg. Ia menceraikan istri gara-gara hartanya terkuras habis untuk biaya nyaleg. Sayangnya kalah. 

"Gara-garanya, untuk biaya nyalegnya, ia pakai duit hutangan. Eh, pas kalah gak mampu bayar hutang, ya cerai," kata si pengacara itu, lagi-lagi dengan sedikit berbisik. 

Mungkin banyak orang berspekulasi dengan mengatakan, kasihan ya istrinya, sudah jatuh bukannya disupport, malah dicerai suami.  Suami macam apa? Namun siapa yang tahu kan cerita dibalik itu semua. Apalagi, dunia politik yang bisa dibilang kejam dan tega-tegaan. 

"Soalnya, istrinya udah dilarang untuk nyaleg, tapi ngengkel. Eh pas kalah kelabakan juga akhirnya," lanjut pengacara bertubuh tambun itu. 

Lalu pak pengacara ini melanjutkan ceritanya dengan berbagai spekulasi. Ia katakan, kadang, orang cerai, lapor pengacara, belum tentu yang dikatakan realita sebenarnya. Bisa jadi ada sesuatu dibalik itu tapi disembunyikan. Misalnya gara-gara nyaleg, anak suami tak terurus. Gara-gara nyaleg, suami diinjak-injak, gara-gara nyaleg, istri mau jadi simpanan orang partai. Ups, barangkali lho ya.. Tak melulu benar juga.

"Terus mau-mau saja itu pak istrinya dicerai ?" tanya Radar Surabaya lagi. Dan langsung disambar dengan jawaban. "Lha kalau suaminya sudah gak mau lagi, mau gimana," paparnya. 

"Kejam ya pak, dunia politik," komen Radar Surabaya kemudian. "Ya memang, rahasia umum," jawabnya. 

Memang rahasia umum untuk sukses di dunia politik, kuncinya hanya satu, uang. Pernah Radar Surabaya baca ulasan, isinya begini, ada tiga starter pack untuk sukses jadi legislatif. Pertama, banyak uang alias kaya. Kedua, kaya dan ketiga, kaya. Lak sama, memang iya. Intinya, sahabat misqueen jangan masuk politik. Politik itu berat, kamu gak akan kuat. (*/opi) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia