Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Banyak Proyek Fisik Molor, Bupati Minta Dipercepat

21 Desember 2018, 15: 36: 52 WIB | editor : Wijayanto

MEMANTAU: Bupati Saiful Ilah (kiri) bersama Kepala Dinas PUPR Sigit Setyawan meninjau penyelesaian proyek box culvert dan peningkatan jalan di Jalan K

MEMANTAU: Bupati Saiful Ilah (kiri) bersama Kepala Dinas PUPR Sigit Setyawan meninjau penyelesaian proyek box culvert dan peningkatan jalan di Jalan Kombe Pol M Duryat, Kamis (20/12). (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Menjelang tutup tahun 2018, program pembangunan di Kabupaten Sidoarjo menjadi fokus utama. Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengecek pengerjaan sejumlah proyek fisik, kemarin (20/12). Hasilnya, banyak proyek fisik yang belum selesai. Mulai dari pembangunan sekolah hingga peningkatan jalan.

Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Saiful kemarin bersama dengan jajaran kepala OPD. Lokasi pertama yang dicek adalah pembangunan rumah dinas Kapolresta dan Wakapolresta di Jalan Kombes Pol M Duryat. Bangunan tersebut sudah masuk tahap penyelesaian.

Sidak kedua di Jalan Raden Patah. Proyek peninggian jalan dan pembangunan saluran air. Setiap tahun akses tersebut sering terendam banjir hingga setinggi 30 cm. Untuk itu, jalan ditinggikan setinggi 50 cm dengan panjang 300 meter dengan kontruks beton cor.

Setelah itu, pria yang akrab disapa Abah Ipul tersebut bergeser ke pembangunan sentra PKL Gajah Mada. Rencananya mulai beroperasi Januari tahun depan. Dia meminta Desember sudah soft launching. "Tahun depan grand opening," katanya.

Selanjutnya, rombongan menuju ke Jalan Kutuk, Sidokare untuk melihat pembangunan SD Negeri Sidokare II. Sekolah itu memang langganan banjir. Genangan air disebabkan saluran air yang kecil. Ditambah lagi bangunan rendah. Pemkab membongkar empat kelas dan ditinggikan. Sayangnya, proyek itu masih separo jalan.

Terakhir, Abah Ipul dan rombongan melihat peningkatan jalan beton di Jalan Veteran, Candi dan Jalan  Raya Kludan, Tanggulangin. Di Jalan Veteran, persentase pekerjaan sudah mencapai 85 persen. Sedangkan di Kludan, pekerjaan berkisar 75 persen.

Selesai sidak, Abah Ipul menyebutkan ada sejumlah pembangunan fisik yang belum rampung. Dia meminta pekerjaan harus selesai sebelum akhir tahun. "Pembangunan harus dipercepat karena tinggal 10 hari lagi," ujarnya.

Jika pembangunan tidak tuntas, tidak hanya merugikan pemkab, tetapi juga warga. Sebab, akan terganggu proses pengerjaan. "Akhir tahun harus selesai," tegasnya. (nis/rek)

(sb/nis/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia