Minggu, 23 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Tekad Zero Miras di Tahun Baru, Polres Perak Musnahkan Ribuan Botol

Kerahkan Anjing Pelacak Endus Cukrik

21 Desember 2018, 15: 55: 59 WIB | editor : Wijayanto

PYAAARR : Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto (depan dua dari kanan) bersama pejabat terkait memecah botol miras.

PYAAARR : Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto (depan dua dari kanan) bersama pejabat terkait memecah botol miras. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kepolisian terus meningkatkan kondusifitas wilayah jelang Natal dan Tahun Baru, salah satunya dengan meningkatkan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat). Kegiatan tersebut dilaksanakan dua minggu sebelum Operasi Lilin Semeru 2018 digelar. Hasilnya, 1.002 botol minuman keras (miras) berhasil disita dari puluhan penjual atau warung di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Adapun jenis miras yang dimusnahkan antara lain arak cina 48 botol, bir 20 botol, bir kecil 6 botol, bir kaleng 8 buah, bir hitam 28 botol, oplosan putih 120 botol, frost 24 botol, whisky 100 botol, cukrik 200 botol, guinness foregul 48 botol, dan cukrik ukuran tanggung 400 botol. Miras ini dimusnahkan sebagai komitmen untuk memerangi peredaran minuman beralkohol jelang tahun baru.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto yang memimpin acara pemusnahan miras ini mengaku pihaknya tidak mau insiden akibat miras kembali terjadi. Beberapa waktu lalu, banyak ditemukan remaja yang menenggak miras oplosan atau arak yang meninggal dunia.

Untuk itu, antisipasi terus dilakukan di wilayah-wilayah yang memang sering diketahgui terdapat persebaran miras. “Ini termasuk kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (K2YD). Kami terus melakukan pembersihan hingga zero miras di wilayah hukum Perak,” katanya.

Ia mengatakan, jika dibandingkan sebelumnya, saat ini persebaran miras ilegal atau tak berizin memang jauh berkurang. Terutama miras jenis arak, yang biasanya dijual bebas sekarang mulai berkurang. Dibandingkan operasi sebelumnya, dalam seminggu saja ada sekitar puluhan ribu yang disita.

Namun, dengan waktu yang lebih panjang jumlah miras yang disita jauh lebih sedikit. “Mereka mulai sadar jika menjual miras akan ditindak tegas. Kami kenakan tindak pidana ringan (Tipiring) pada penjualnya,” ujarnya.

Ia mengakui, ketakutan penjual miras terkait dengan penindakan kepolisian mulai terlihat. Salah satunya dengan menyembunyikan miras yang dijualnya. Miras jens arak sering ditemukan pada tempat-tempat yang memang sulit terlihat oleh polisi. Pihaknya mengantisipasi hal tersebut dengan meminta anggotanya lebih teliti saat menggeledah tempat yang disinyalir memasarkan arak atau cukrik ini.

Bahkan, AKBP Antonius sudah meminta Unit K9 Satsabhara Polres pelabuhan Tanjung Perak untuk melatih salah satu anjingnya. Salah satu anjing kepolisian ini akan dilatih untuk menggunakan indera penciumannya mendeteksi tempat persembunyian cukrik.

Ia mengakui, cukrik peredarannya seperti narkoba yang sulit terdeteksi. “Kami sudah latih dan nanti akan menggunakan jasa K9 ini untuk mengendus keberadaan cukrik,” ungkapnya. (gun/jay)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia