Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Ngaku Forografer, Jajakan 50 Wanita via Instagram ke 5 Kota

19 Desember 2018, 11: 43: 15 WIB | editor : Wijayanto

MODUS: Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti (kiri) menunjukkan foto-foto sejumlah wanita yang ditawarkan tersangka Boy (mengen

MODUS: Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti (kiri) menunjukkan foto-foto sejumlah wanita yang ditawarkan tersangka Boy (mengenakan kerpus). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Polisi mengungkap identitas akun instagram yang digunakan sebagai sarana promosi layanan seks komersial. Tersangkanya, Bobby alias Boy, 41, warga Madiun sebagai pemilik akun sekaligus mucikari. Dia diringkus tim resmob Polrestabes di salah satu hotel di wilayah Pandegiling.

Penangkapan dilakukan dengan penyamaran polisi yang hendak menggunakan jasa layanan seks via instagram tersebut. Hingga akhirnya tersangka muncul dan diringkus.

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti mengatakan, tersangka ini sudah menjalankan aksinya sekitar dua tahun. Dalam aksinya, ia ternyata tidak hanya menerima pesanan via instagram saja namun juga dari whatsapp miliknya. Biasanya, pemesan adalah kalangan pengusaha dan karyawan swasta.

“Paling banyak yang memesan berada di Madiun. Ini karena banyak wanita yang ditawarkan ada di Madiun, tersangka juga berasal dari sana. Kami memancingnya sekitar dua minggu,” katanya.

Tersangka ini memiliki jaringan kuat sebagai prostitusi via online. Wanita yang ditawarkannya berada di lima kota sekaligus. Jika ada pelanggan yang berada di Semarang maka ia menawarkan wanita yang ada di Semarang, begitu pula di kota lainnya.

Latar belakang wanita yang ditawarkan kebanyakan foto model freelance dan juga sales promotion girl (SPG) dengan usia rata-rata berkisar 22-30 tahun. Setiap transaksi tersangka ini memberikan tarif mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. “Tersangka menggaet wanita ini dengan menjadi fotografer model,” tuturnya.

Tarif wanita ini yang menentukan adalah tersangka. Setiap transaksi tersangka selalu meminta jaminan uang muka terlebih dulu sebesar Rp 500 ribu. Ini dilakukan dengan alasan untuk uang transportasi wanita yang dipesan.

Padahal, uang tersebut langsung masuk kantong tersangka. Sedangkan sisa pembayarannya diserahkan ke wanita yang melayani pelanggan ini. “Tersangka sehari-hari sebagai sopir perusahaan. Sementara ini masih tersangka tunggal, ini masih kami selidiki,” terangnya.

Boy mengaku sudah dua tahun melakukan bisnis prostitusi via online ini. Ia menggunakan akun instagram Boy jatim@kota gadis untuk mencari pelanggan. Saat ini ada sekitar 50 wanita yang siap dibooking.

Paling banyak berasal dari Madiun. “Setengahnya berada di Madiun sisanya tersebar di Surabaya, Malang, Jakarta dan Semarang,” tuturnya.

Tersangka mengaku, sehari belum tentu ada pemesan. Tapi kadang dalam satu hari bisa satu sampai dua kali. “Kebanyakan memesan short time dengan tarif Rp 1,5 juta. Kalau long time jarang,” katanya. (gun/rtn)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia