Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Obat dan Makanan Ilegal Senilai Rp 10,7 M Dibakar

19 Desember 2018, 11: 36: 45 WIB | editor : Wijayanto

BARANG BUKTI: Sejumlah barang bukti berupa obat-obatan, makanan dan kosmetik ilegal yang berhasil diamankan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan

BARANG BUKTI: Sejumlah barang bukti berupa obat-obatan, makanan dan kosmetik ilegal yang berhasil diamankan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya memusnahkan produk obat dan makanan ilegal senilai Rp 10,7 miliar, Selasa (18/12). Total ada 962 item atau 446.452 pcs produk obat dan makanan ilegal yang dimusnahkan berdasarkan temuan selama 2018.

Secara rinci, obat dan makanan ilegal tersebut terdiri atas 289 item atau 176.030 pcs obat tradisional ilegal senilai lebih dari Rp 5,5 miliar, 69 item atau 59.936 pcs pangan ilegal senilai lebih dari Rp 2,5 miliar, 115 item atau 21.058 pcs obat ilegal senilai lebih dari Rp 760 juta dan 242 item atau 17.440 pcs kosmetik ilegal senilai lebih dari Rp 272,7 juta.

Disamping itu, dimusnahkan juga 247 item atau 171.988 pcs kemasan pangan ilegal senilai lebih dari Rp 1,6 miliar. Seluruh barang bukti yang dimusnahkan tersebut telah mendapatkan Ketetapan Pemusnahan dari Pengadilan Negeri (PN) setempat. Pemusnahan bahan ini dilakukan di Malang dihadiri langsung oleh kepala Badan PengawasAN Obat dan Makanan (BPOM RI).

Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito menjelaskan, dari temuan tersebut, produk kosmetik yang paling banyak. Hal ini tak lepas dari maraknya industri e-commerce atau jual beli online dan didominasi oleh produk impor dari luar negeri.

“Temuanya ada berbagai modus, ada yang datang ilegal, ada yang seperti produk impor tapi dibuat disini, jadi fasilitas ilegal. Dan bisa jadi dari gudang, produk ilegal tersebut, padahal gudangnya adalah dari distributor yang legal,” katanya.

Ia menjeskan, BPOM RI selama satu tahun telah menutup 600 website yang menjual produk kosmetik dengan iklan yang menggiurkan dan ilegal yang mengandung mercuri dan bahan berbahaya lain. Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada, karena pergerakan bisni s online yangs angat cepat.

Kepada artis, ia juga menghimbau, sebelum melakukan endorsment produk kosmetik, agar selalu memeriksa apakah produk tersebut benar telah mendapatkan izin dari BPOM. Dan memastikan mereka benar-benar menggunakan produk itu juga aspek keamanan dan mutu produk.

Ia berpesan kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan apabila melihat ada produk yang mencurigakan atau jika terdapat aktifitas penimbunan dan penyimpanan produk obat dan makanan. Dan selalu melakukan cek klik, kemasan, label, informasi dan kedaluwarsa.  

Kepala BBPOM Kota Surabaya, I Made Grametta menambahkan, pemusnahan obat dan makanan ilegal ini berdasarkan pada temuan tahun 2017 dan 2018. Dibandingkan tahun sebelumnya, temuan di tahun 2018 ini bisa dikatakan menurun. Selama 2018 ini, BBPOM mendapatkan temuan sebanyak 21 perkara.  (is/rud)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia