Sabtu, 14 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Kapolda Perintah Sterilisasi Area Jalan Ambles

Hari Ini Bos PT NKE Diperiksa, Tiga Karyawannya Langsung 'Diamankan'

19 Desember 2018, 09: 43: 01 WIB | editor : Wijayanto

PERIKSA: Kapolda Irjen Pol Luki Hermawan (kanan depan) bersama Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan (kiri depan) memeriksa lokasi kejadian

PERIKSA: Kapolda Irjen Pol Luki Hermawan (kanan depan) bersama Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan (kiri depan) memeriksa lokasi kejadian jalan ambles di Jalan Raya Gubeng. (INSTAGRAM/SURABAYAPOLICE1.OFFICIAL)

Share this      

SURABAYA - Amblesnya Jalan Raya Gubeng langsung menjadi perhatian kepolisian. Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen Arif Rahan langsung turun mendatangi lokasi kejadian, Selasa malam (18/12). Mereka melihat langsung amblesnya salah satu lokasi perekonomian di Surabaya ini.

Kapolda mengatakan, saat ini kepolisian sudah memeriksa tiga orang karyawan PT Nusa Konstruksi Engineering (NKE). Mereka merupakan perusahaan konstruksi yang mengerjakan proyek basement Rumah Sakit (RS) Siloam Gubeng.

Menurut dia, tiga karyawan itu sudah dibawa untuk dimintai keterangan terkait proyek tersebut. Pihaknya juga sudah memanggil pimpinan perusahaan PT NKE. Dijadwalkan, Rabu (19/12), direktur NKE akan datang untuk dimintai keterangan. "Direkturnya berinisial D akan datang untuk memberikan keterangan," katanya.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan terhadap tiga karyawan kontraktor. Kepolisian juga bergerak cepat dengan mengumpulkan bukti di lokasi. Salah satunya, dengan menyita buku mutasi dan laporan pengerjaan proyek tersebut. "Kami masih selidiki penyebabnya. Dari keterangan sementara tidak ada pekerjaan saat kejadian tersebut," ujarnya.

Sementara untuk korban jiwa, ia belum bisa memastikan. Namun, pemeriksaan awal tidak ada korban jiwa yang ditemukan. Pihaknya mengakui, pencarian korban masih belum maksimal karena kondisi di dalam lubang itu masih gelap. "Kita tunggu nanti saat terang, semoga tidak ada korban," harapnya.

Ia mengungkapkan, dari hasil analisis ahli dari Pemkot Surabaya, kondisi tanah di sekitar lokasi masih belum stabil. Bahkan masih terpantau tanah di sekitar lubang masih bergerak. Pihaknya sudah meminta Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan yang juga hadir di lokasi untuk mensterilkan area sekitar terutama toko Elizabeth dan gedung Bank BNI.

"Begitu juga dengan rumah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Untuk keselamatan sebaiknya mengungsi dulu, karena tanah masih bergerak dan kemungkinan yang sama bisa terjadi lagi," tuturnya. (gun/jay)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia