Senin, 16 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Sportainment

Bareskrim Bentuk Satgas Anti Pengaturan Skor

19 Desember 2018, 06: 40: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

ilustrasi

ilustrasi (net)

Share this      

Jakarta - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Pengaturan Skor Sepak Bola dalam waktu dekat. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, pembentukan satgas bertujuan untuk mengantisipasi pengaturan skor yang semakin marak diperbincangkan.

Menurut Dedi, sudah saatnya oknum mafia pengaturan skor pertandingan sepak bola di Indonesia harus diberantas. "Nantinya akan ada semacam satgas untuk memberantas pengaturan skor di dalam persebakbolaan," kata Dedi di Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta Selatan, Selasa (18/12).

Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri tengah menjajaki pembentukan satgas bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Jajaran Dittipidum bersama PSSI juga tengah mendalami apakah pelaku pengaturan skor sepak bola bisa dijerat dengan pasal pidana atau lainnya. "Nanti didalami oleh Dittipidum apakah pidana apa nanti bisa penipuan atau masalah menyangkut undang-undang di bidang keolahragaan atau perbuatan curang nanti akan didalami bersama dengan PSSI yang tahu pola dan mekanismenya," ucap jenderal bintang satu itu.

Sebelumnya, PSSI menyatakan akan membentuk komite khusus (komite ad hoc) untuk memberantas Pengaturan skor sepak bola yang akhir-akhir ini kembali mencuat.

Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono mengatakan statuta PSSI memungkinkan pembentukan komite ad hoc tersebut.

"Komite ini nantinya akan menginvestigasi keanehan yang terjadi di lapangan dan dalam prosesnya membangun langkah-langkah pencegahan. Tidak langsung mengambil tindakan," ujar Joko dalam laman resmi PSSI.

Joko menjelaskan, Komite Ad Hoc nantinya bertanggung jawab kepada komite eksekutif dan akan menyelidiki kasus dugaan pengaturan skor yang melibatkan orang-orang di luar struktur PSSI. Pihak-pihak tersebut tidak bisa disentuh oleh komite disiplin PSSI yang hanya berwenang menindak orang-orang dalam lingkup federasi.

Isu pengaturan skor mulai kembali terlihat setelah pengakuan dari Manajer Madura FC Januar Herwanto. Ia menyebut pernah ditawari sejumlah uang oleh anggota komite eksekutif (exco) PSSI, Hidayat, agar mengalah dengan PSS Sleman di Liga 2.

Hidayat pun memutuskan mundur dari Exco PSSI. Komdis PSSI pun hanya melayangkan sanksi larangan beraktivitas di sepak bola selama tiga tahun. Ia juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp150 juta. Selain itu, Hidayat juga tidak diperkenankan memasuki stadion selama dua tahun. (pps)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia