Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Pelindo I-II-III-IV Integrasi Pelayanan dan Peralatan Pelabuhan

18 Desember 2018, 18: 12: 32 WIB | editor : Wijayanto

LEBIH HEMAT BIAYA: Fasilitas sandar kapal dan peralatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak.

LEBIH HEMAT BIAYA: Fasilitas sandar kapal dan peralatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II, III dan IV menjalin kesepakatan bersama terkait sistem integrasi pelayanan pelanggan menjadi satu portal guna memberikan kemudahan bagi pelanggan pelabuhan. Sebelumnya, sistem pelayanan pelanggan berjalan secara masing-masing di setiap pelabuhan.

Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto mengatakan, sistem integrasi ini akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama akan dilakukan untuk integrated billing system (IBS) pada akhir Desember 2018. Selanjutnya, dilakukan untuk payment system pada Januari-Februari 2019. Dan terakhir untuk sistem integrasi seluruh pelayanan pelanggan atau go-live yang akan dilakukan 31 Mei 2019.

"Sistem integrasi ini intinya memberikan kemudahan bagi pelanggan dari Pelindo. Karena sebenarnya pelanggan kita sama dan database pelanggan ke depannya juga akan sama," terangnya saat konferensi pers Port Run 2018 di Surabaya, Senin (17/12).

Putut menjelaskan, pembangunan portal integrasi saat ini sudah dimulai dan dilakukan secara in house, dimana masing-masing Pelindo mengirimkan programmer lalu dikerjakan secara bersama. "Alasan in house karena ini ada hubungannya ke maritime, sehingga apabila sistem dilakukan pembaharuan itu akan lebih mudah menggarapnya," jelasnya.

Selain sistem integrasi pelayanan pelanggan, Pelindo I, II, III, dan IV juga menjalin kesepakatan bersama terkait sistem integrasi peralatan pelabuhan. Sistem integrasi pada peralatan ini terutama dalam hal pemeliharaan alat, penyediaan spare part, dan optimalisasi alat.

"Karena sebenernya selain pelanggan, kita juga punya tipikal peralatan yang sama. Integrasi peralatan ini sekaligus menjadi bakal embrio CV Pelindo in Corporated, agar ke depannya standar peralatan di pelabuhan merata dan pengunaan alat menjadi efisien," imbuhnya.

Putut menjelaskan, penggabungan sistem baik di dalam pelayanan pelanggan maupun pengoptimalan alat pelabuhan ini bukan semata menuju 'holdingisasi'.

"Tapi intinya kami semua mendukung dan siap jika nantinya akan dilakukan holdingisasi Pelindo. Namun, itu semua kembali lagi kepada kewenangan dari pemerintahan, yang penting kata kunci di sini tercapai sistem integrasi dulu di pelabuhan dari Sabang sampai Merauke," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Operasi Pelindo II, Prasetiady menambahkan, melalui sistem intergrasi tersebut tentunya akan memberikan efektivitas pelayanan kepada pelanggan pelabuhan.

Bahkan, dapat memangkas biaya pelanggan setidaknya sebesar 20 persen dari sisi pelabuhan. Hanya saja, terkait tarif memang menyesuaikan kebijakan masing-masing Pelindo karena regulasinya sudah diatur oleh Kementerian Perhubungan.

"Dalam sistem integrasi itu akan ada juga fitur lain seperti tracking dokumen, cargo, hingga fintech (financial technology, Red). Pelanggan bisa melihat kontainer mereka berada di posisi mana. Pembayaran juga dilakukan secara house to house karena sudah berbasis online," tambahnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia