Senin, 18 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Jelang Nataru, Okupansi Hotel Berbintang Mulai Penuh

18 Desember 2018, 17: 30: 38 WIB | editor : Wijayanto

BAGUS: Okupansi hotel berbintang di Gresik didominasi oleh kalangan pebisnis.

BAGUS: Okupansi hotel berbintang di Gresik didominasi oleh kalangan pebisnis. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Menjelang akhir tahun, sejumlah hotel berbintang di Kota Gresik terus menunjukkan perkembanan positif. Okupansi  atau tingkat keterisian kamar rata-rata di atas 70 persen. Sebagianbesar okupansi itu diperoleh dari tamu kalangan pebisnis.

Reni Maharani, Executive Secretary and Public Relations mengatakan, tamu yang menginap di hotelnya selama 2018 cukup bagus. Bahkan menjelang akhir tahun okupansinya tercapai rata-rata di atas 75 persen.

"Tamu-tamu kami memang didominasi dari kalangan pebisnis. Mereka ada yang walk in atau langsung datang, maupun yang tinggal cukup lama yakni long stay," jelas Reni.

Sales Manager Hotel Santika Gresik, Pipit Afifah mengklaim, rata-rata okupansi hotel mencapai angka 90 persen setiap harinya.

“Kami memang tidak membuka semua kamar, namun dari total kamar yang tersedia saat ini hampir seluruhnya penuh,” ujarnya.

Dikatakan, tingginya okupansi Hotel Santika Gresik ditopang dari penjualan kamar untuk segmen korporasi. Segmen ini memberikan kontribusi lebih dari 60 persen dari total okupansi.

“Rata-rata tamu yang menginap di hotel kami adalah pekerja dan pengusaha yang sedang ada kegiatan di Gresik,” katanya.

Sementara itu, dalam rangka menghadapi perayaan tahun baru pihaknya mengaku belum memikirkan untuk membuat event. Hal ini tidak lepas dari dekatnya event peresmian dengan momen tutup tahun tersebut.

“Sebenarnya kami ada event dinner untuk mendorong pendapatan dari sektor MICE namun itu masih bersifat tentatif,” tandasnya.

Senada, General Manager HOM Horison Gresik, Leo Patrio Kusumo menyebut, antusiasme masyarakat terhadap kehadiran hotel baru di Gresik cukup tinggi. Semenjak dibuka pihaknya mencatat okupansi hingga 75 persen setiap harinya.

Hal itu didukung dengan industri yang selama ini banyak menginapkan tamunya ke Surabaya.“Begitu dibuka, kami banyak menerima tamu dari industri-industri di Gresik yang sebelumnya mereka menginap di Surabaya,” katanya. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia