Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Tahun Depan, Dispendik Perbaiki 172 Kelas

18 Desember 2018, 17: 00: 40 WIB | editor : Wijayanto

DIPERBAIKI: Sejumlah ruang kelas di beberapa sekolah bakal diperbaiki menjelang akhir tahun.

DIPERBAIKI: Sejumlah ruang kelas di beberapa sekolah bakal diperbaiki menjelang akhir tahun. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik berencana memperbaiki 172 ruang kelas. Untuk kebutuhan perbaikan itu, dibutuhkan anggaran keseluruhan sebesar Rp 9,17 miliar. Anggaran ityu bersumber pada APBD Kabupaten Gresik 2019 dan Dana Alokasi Khusus (DAK) ABPN 2019.

Kabid Manajemen Pendidikan Dispendik Suwono menyebutkan, pihaknya memang berencana membangun 35 ruang kelas baru di 2019. Yakni, 26 kelas dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 7,2 milliar dan 9 kelas melalui APBD Rp 1,9 milliar. Total, Anggarannya mencapai 9,17 milliar.

Kabid Manajemen Pendidikan Dispendik Suwono mengaku lembaga pendidikan di Kota Santri ini setidaknya masih butuh 172 ruang kelas baru. Terutama sekolah dasar (SD). Jumlahnya mendominasi. Butuh 160 ruang kelas baru. Sisanya untuk lembaga pendidikan tingkat SMP yakni 12 ruang.

“Ini tersebar dari beberapa sekolah di Gresik. Dan itu tidak semua. Paling hanya satu ruang satu sekolah,” kata Suwono.

Ditambahkan, pembangunan ruang kelas ini memang ada laporan yang masuk ke dispendik. Lembaga-lembaga tersebut kekurangan ruang kelas. Meski begitu Dispendik baru bisa merealisasikannya bertahap. “Anggarannya hanya bisa mencakup 35 ruang untuk tahun depan,” imbuhnya.

Dikatakan, tahun depan juga melakukan rehabilitasi 97 ruang kelas dan 2 ruang guru. “Kalau rehab ini karena memang kondisinya sudah tidak layak. Dikawatirkan mengganggu proses belajar mengajar,” katanya.

Suwono menambahkan, kebutuhan ruang kelas ini ia rasa penting. Pasalnya sebentar lagi lembaga pendidikan bakal melakukan penerimaan peserta didik baru (PPDB). “Sebelum membangun, kebutuhan ruang kelas akan kami verifikasi dulu. Seimbang dengan jumlah siswa atau tidak,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dispendik Gresik Mahin mengatakan pembangunan maupun rehabilitasi sekolah ini masih menjadi PR Dispendik. Jumlahnya masih banyak. Namun anggaran yang tersedia tidak mencakup keseluruhan. “Oleh karenanya rehab dan pembangunan ini kami lakukan secara bertahap,” pungkasnya. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia