Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Ibu Muda Pembunuh Bayinya Ini Dihukum 8 Tahun Penjara

Bekap Bayi Hasil Hubungan Gelap karena Malu

18 Desember 2018, 04: 50: 59 WIB | editor : Wijayanto

MINTA KERINGANAN: Suci Anis (kiri) dalam persidangan di PN Surabaya, kemarin.

MINTA KERINGANAN: Suci Anis (kiri) dalam persidangan di PN Surabaya, kemarin. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Suci Anis, 25, warga Jalan Tenggilis Mulya, tak dapat menahan air matanya saat majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhkan vonis delapan tahun penjara. Perempuan berbadan gemuk itu duduk di kursi pesakitan setelah membunuh anaknya yang baru dilahirkan di kamar mandi rumah. Hal keji itu dilakukan lantaran takut diketahui orang tuanya dan tetangga. Sebelum menjalani putusan, terdakwa yang mengenakan baju putih dan kerudung hitam itu terus tertunduk. Saat dipanggil namanya, terdakwa mulai berjalan pelan seakan was-was akan divonis cukup tinggi oleh ketua majelis hakim. Sambil duduk dan menggerak gerakkan jari tangannya terdakwa mendengarkan putusan hakim. 
Amar putusan itu dibacakan langsung oleh ketua majlis hakim Cokorda Gede Artha di ruang Sidang Sari 1, Pengadilan Negeri Surabaya. Dalam putusan itu terdakwa, dijerat pasal 341 KUHP dan Pasal 80 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. "Dengan ini terdakwa atas nama Suci Anis divonis delapan tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider 3 bulan penjara," kata Gede Senin (17/12).
Putusan hakim ini lebih ringan jika dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), Samsu J Efendi. Dalam tuntutannya, JPU menuntut 10 tahun penjara dan denda Rp 1 milliar subsider 6 bulan penjara. Terkait putusan tersebut JPU memilih pikir-pikir, namun terdakwa mengaku keberatan. 
"Yang mulia saya mohon diberikan keringanan karena saya tidak sengaja membunuh anak saya karena panik takut ketahuan orang tua," kata Anis Suci memohon keringanan.
Mendengarkan permohonan itu, hakim anggota Syifaurosyidin menyarankan terdakwa mengajukan banding di Pengadilan Tinggi (PT) Jatim jika tidak puas dengan putusan hakim. Namun, Suci yang didampingi kuasa hukumnya, M. Zaenal Arifin memilih untuk pikir-pikir. "Kami milih pikir pikir saja, dan akan kordinasi dengan klien kami," katanya.
Kasus pembunuhan  itu terjadi saat Suci Anis mendekap bayi yang baru saja dilahirkannya dengan tangan karena merasa panik. Bayi malang itu akhirnya tewas sesaat setelah dilahirkan karena kehabisan nafas. Kepanikan itu terjadi karena bayinya terus menangis sesaat setelah dilahirkan. Terdakwa tidak ingin kelahiran bayi yang merupakan hasil hubungan gelapnya dengan kekasih diketahui banyak orang, termasuk keluarganya.
Dia mengaku melahirkan bayinya sendiri di kamar mandi di samping rumah di Jalan Tenggilis Mulya, tiga bulan lalu. Setelah bayi yang baru saja dilahirkannya tewas, dia membuang bayi di belakang rumah, tepatnya di atas kandang ayam. Keesokan harinya, paman terdakwa menemukan bayi tersebut di atas kandang ayam dengan terbungkus kresek. (rus/jay)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia