Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Endus Jasa Layanan Seks via Instagram, Pemilik Akun Ngaku Fotografer

17 Desember 2018, 16: 51: 36 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

SURABAYA - Sebuah akun instagram mengundang kecurigaan aparat kepolisian. Akun tersebut memajang banyak foto wanita. Diduga akun tersebut digunakan sebagai sarana transaksi penyedia jaa seks. 

Hingga saat ini pelacakan dilakukan untuk mengetahui keberadaan pemilik akun yang diduga berada di Jawa Timur ini. Untuk menyembunyikan praktek prostitusi ini, pelaku mengkamuflasekan dirinya sebagai fotografer model.

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti mengatakan, dengan berkedok fotografer pelaku berharap kepolisian tidak mencium adanya kejanggalan dengan foto wanita yang diuploadnya. Ini juga digunakan pelaku untuk menggaet wanita baru.

Tidak hanya itu, foto beberapa wanita ini digunakan untuk menggaet pria hidung belang yang tertarik. “Jika ada yang tertarik biasanya langsung DM tersangka. Ada banyak chat transaksi wanita di DM nya,” katanya.

Para pria hidung belang yang tertarik dengan salah satu wanita, langsung mengirim pesan di fitur DM.  Harga yang dipatok antara Rp 2-3 juta. Setelah deal harga, pelaku memberikan nomor whatsaap milik wanita yang dipilih tersebut guna menentukan tempat dan lain-lain. “Untuk uang ditransfer ke pelaku pemilik akun tersebut,” jelasnya.

Ternyata, pelanggan atau pria hidung belang yang memesan wanita ini tidak hanya dari satu lokasi saja. Awalnya polisi, mengira transaksi terbatas di Surabaya saja. Namun,  penyelidikan diketahui  juga melayani pesanan di luar Surabaya. “Yang kami ketahui ada beberapa pesanan dari luar Surabaya namun terbatas di Jatim,” ungkapnya.

Mengani umur wanita yang ditawarkan memang terbilang menggiurkan bagi pria hidung belang. Pelaku menawarkan wanita dengan rentang usia 20-25 tahun. Pihaknya terus menyelidiki keberadaan pemilik akun tersebut. “Kami sudah ketahui identitasnya dan masih kami selidiki keberadaannya. Benar berada di Jawa Timnur dan pemiliknya satu orang saja,” ungkapnya. (gun/rtn)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia