Selasa, 19 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Suami Super Pelit, Nazar Cerai setelah Semua Anak Menikah

16 Desember 2018, 04: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Uang ada, nyarinya juga bersama, tapi jangankan foya-foya, pengen beli ini itu saja, Karin,48, harus ngumpetin uang belanja. Apalagi sebabnya kalau bukan sikap suami yang  pelit luar biasa. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Kasih ibu sepanjang masa, memang benar adanya. Sebagai contohnya, lihat saja Karin ini. Demi anak-anaknya hidup bahagia dan sejahtera, ia rela ngempet tinggal bersama orang yang paling dibenci sedunia, yang tak lain tak bukan adalah Donwori, suaminya sendiri. Lho kok bisa?

Sumbu awal kebencian Karin pada Donwori hingga berujung dendam puluhan tahun adalah masalah ekonomi. Bukan, Donwori bukanlah tipikal suami pemalas yang cuma bergantung pada istri. Sebaliknya, ia adalah pengusaha konveksi yang sukses. Sayangnya, pelitnya tak ketulungan. 

Karin mengaku, ia tak pernah diblanjani oleh Donwori.  Bahkan, jatah belanja untuk keperluan sehari-harinya, juga dipres seminim mungkin. "Ya masak, Mbak, satu hari cuma dikasih Rp 50 ribu. Segitu itu untuk lima mulut. Untuk ukuran istri pengusaha yang omzetnya ratusan juta per bulan, masak pantes," keluhnya saat berada di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1 A Surabaya, kemarin.

Diblanjani saja tidak, apalagi di dandani. Penampilan Karin memang jauh dari kata mewah. Tak ada secuil perhiasan pun yang nangkring di tubuhnya, pun tidak dengan tas-tas branded. Sehari-harinya Karin hanya mengenakan kaos dan daster yang sudah pudar warnanya, gara-gara terlalu banyak dicuci. Mungkin orang awam yang melihat pasti memuji dengan, " Wah, Bu Karin keren ya, sederhana sekali. Meski istri orang kaya dandannya tidak berlebihan." Atau, "Panutan ya, tidak pamer seperti sosialita lain."

Tapi ya mohon maaf, mata netizen tak selalu benar. Karena aslinya Karin memang ngenes. "Perempuan mana yang tak suka dandan, aku pun gitu. Ya sayange gak dimodali," keluhnya lagi. 

Ibu tiga anak ini bahkan sampai bersumpah, kalau suaminya hanya akan membelikan baju ketika Lebaran. Kerap, jika Karin ingin beli baju, jatah pemberian suaminya yang super minim itu ia sisihkan sedikit demi sedikit, tentu tanpa sepengetahuan Donwori. 

Karin pun sempat heran dengan kepelitan Donwori. Kok begitu senang menimbun uang dan pelit mengeluarkan.  Sampai jatah ke orang tuanya sendiri pun kalau tidak Karin mohon-mohon, ya tidak dikasih. 

Sungguh kelakuan Donwori sangat cocok dijadikan inspirasi serial azab yang viral meski kerap tak rasional itu. Misalnya saja diberi judul, Gara-Gara Pelit, Jenazah Suami Terkunci Dalam Brangkas, atau bisa juga dibuat judul Gara-Gara Kikir, Pengusaha Konveksi Mati Tertimbun Tumpukan Kain Dagangannya Sendiri.

" Yo lek aku ungkang-ungkang tok di rumah, pantes dia pelit. Lha ini aku ya ngewangi kerjane dekne.  Melu mumet kerjoe, tapi seakan-akan dia tok sing kerja," jelasnya panjang lebar. 

Hingga tepatnya delapan tahun lalu, Karin bernazar. Ketika tanggungannya sudah lepas, yakni ketika ketiga anaknya sudah menikah, H+1 setelah pernikahan anak terakhirnya, ia akan langsung mengurus cerai. Dan rupanya janji itu ia tepati, kemarin. Di saat di rumahnya masih banyak tamu yang datang memberi selamat atas pernikahan anaknya, Karin langsung bergegas ke PA, mengurus cerai. 

"Wis saiki kuwajibanku sudah gugur, dan nazar sing wis tak tunggu-tunggu realisasine wis tak penuhi. Gek ndang cerai dan cari suami maneh, " pungkas warga asal Manukan ini, lega. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia