Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Dispendik Gresik Gagal Serap 30 Persen Jasmas Pendidikan

15 Desember 2018, 13: 37: 15 WIB | editor : Wijayanto

BANJIR: Ratusan sekolah di Kabupaten Gresik membutuhkan renovasi agar layak ditempati.

BANJIR: Ratusan sekolah di Kabupaten Gresik membutuhkan renovasi agar layak ditempati. (FAHTIA AINUR ROFQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik gagal menyerap seluruh dana jasa aspirasi masyarakat (jasmas) untuk pendidikan. Menjelang ditutupnya tahun 2018 hanya 70 persen yang terserap. Sisanya 30 persen tidak terserap.

Kepala Seksi (Kasi) Program dan Pelaporan Dispendik Gresik Ronny A Pangandaheng membenarkan itu. Tidak terserapnya jasmas pendidikan dikarena banyak hal. Salah satunya renovasi ratusan sekolah itu tidak bisa dilakukan dalam satu tahun anggaran.  “Anggaran jasmas diperuntukkan untuk pembangunan gedung sekolah dan renovasi,” ujarnya.

Dijelaskan, progam jasmas sendiri digunakan untuk pembangunan dan renovasi sekolah hingga pengadaan sarana dan prasarana pendidikan. Tahun ini Dispendik mendapatkan jasmas pendidikan sebesar Rp 27 milliar. Sedangkan 70 persen anggaran yang terserap menghasilkan renovasi sebanyak 102 sekolah.

Kendati demikian, Rony juga mengaku masih ada 878 sekolah lagi yang membutuh renovasi. Dia juga menyebutkan tahun depan anggaran jasmas nilainya sama dengan tahun ini. Yakni sebesar Rp 27 milliar. Namun dia berharap tahun depan anggaran bisa sepenuhnya terserap.“Namun pembagiannya renovasi dan pengadaan sarana prasarana pendidikan beberapa belum. Masih dibahas lagi,” jelasnya.

Ditambahkan, selain itu ratusan sekolah yang akan direhab tahun depan, pelaksanaannya akan dilakukan bertahap. Gedung sekolah yang dinilai rusak berat akan didahulukan. Sebab, anggaran tidak mencakup keseluruhan. Dia memprediksi, gedung sekolah yang sudah melakukan pengajuan, bakal sepenuhnya selesai di tahun 2020. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia