Senin, 18 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Jalan Alternatif Sby-Lamongan Ditanami Pisang

Tak Tesentuh Perawatan, Rusak Pasca Penanaman Pipa Gas

15 Desember 2018, 13: 31: 47 WIB | editor : Wijayanto

RUSAK PARAH : Warga menanami pohon pisang Jalan Prambangan lantaran kondisinya rusak parah akibat dilintasi kendaraan berat dan tak tersentuh perawata

RUSAK PARAH : Warga menanami pohon pisang Jalan Prambangan lantaran kondisinya rusak parah akibat dilintasi kendaraan berat dan tak tersentuh perawatan jalan selama ini. (FAHTIA AINUR ROFQ/RADAR GRESIK)

Share this      

Jalan alternatif Surabaya-Lamongan, tepatnya di Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas mengalami kerusakan parah. Kerusakan terjadi setelah penanaman pipa gas beberapa bulan lalu. Untuk mengantisipasi pengendara terjatuh warga menanami pohon pisang di lokasi kerusakan.

FA ROFIQ-Wartawan Radar Gresik

BERDASARKAN di lapangan, kerusakan jalam hanya terjadi di Desa Prambangan. Sedangkan untuk Desa Kedayang hingga Banjarsari sudah mulai dilakulan betonisasi. "Sudah sejak awal tahun lalu digali untuk penanaman pipa gas. Tapi sampai sekarang belum juga diperbaiki," ujar Habibullah, 27, warga setempat.

Warga berharap agar pemerintah kabupaten segera memperbaiki jalan tersebut. Sebab, jalan tersebut cukup penting untuk akses lalu lintas dari arah Surabaya menuju Lamongan. "Iya ini termasuk jalan alternatif. Sehingga perlu segera diperbaiki. Kalau pagi ramai pengendara melintas," ungkap dia.

Hal senada disampaikan Ali, pengendara yang melintas. Setiap hari dirinya harus berhati-hati saat melintas dilokasi tersebut. Sebab, hanya separo jalan yang bisa dilalui. "Kalau malam yang paling bahaya. Kalau tidak berhati-hati bisa terjatuh," imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gresik Femi Husada mengatakan memang jalan tersebut rusak setelah ada penanaman pipa gas beberapa waktu lalu. "Nanti akan kami sampaikan kepada seksi yang menangani jalan tersebut. Sehingga bisa segera dilakukan penanganan," ungkapnya. (*/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia