Senin, 18 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

29 Persen Kasus Stunting Dialami Orang Kaya

15 Desember 2018, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Gubernur Jatim Soekarwo

Gubernur Jatim Soekarwo (MUS PERMADANI/RADAR SURABAYA.)

Share this      

SURABAYA – Gubernur Jatim Soekarwo menyebutkan kasus stunting (tumbuh pendek, Red) tak hanya dialami orang kurang mampu, namun juga dialami keluarga yang mampu secara ekonomi. Bahkan jumlah kasus stunting pada orang kaya juga tergolong tinggi. 

Pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini mengatakan dari 26,2 persen kasus stunting di Jatim, 30 persen ditemui di daerah perkotaan. Dari angka 30 persen itu, 29 persen terjadi di keluarga orang kaya. 

“Hal ini disebabkan karena pola gizi yang diberikan tidak sesuai aturan kesehatan. Biasanya orang kaya yang sibuk menyerahkan anaknya pada Asisten Rumah Tangga (ART). Sedangkan biasanya banyak ART yang tak memahami pentingnya asupan gizi,” kata Soekarwo saat membuka acara Kampanye Gerakan Nasional Pencegahan Stunting di halaman Kantor Gubernur Jatim, Jumat (14/12) pagi.

Pakde Karwo mengaku akan mengoptimalkan kualitas Taman Posyandu yang diprakarsai oleh Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jatim. Menurutnya, keberadaan Taman Posyandu dinilai sangat penting karena untuk mendampingi para ibu hamil mulai dari tahap kehamilan hingga pencatatan kesehatan anak. 

“Selain itu, bagi anak-anak usia dini diberi pendidikan lewat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sedangkan ibunya juga diberi keterampilan dalam mendidik anak (parenting skill) baik dalam hal pemenuhan gizi maupun pola asuh,” terangnya.

Sementara itu, Ketua PKK Jatim Nina Soekarwo sudah meminta agar seluruh kader PKK ikut turun dalam rangka menurunkan angka stunting. Menurutnya, penanganan stunting juga harus dimulai sejak remaja. Ia mengatakan, selain menggalakkan kampanye stunting di kalangan remaja, pihaknya juga akan aktif memberikan pil penambah darah kepada para remaja. 

“Banyak remaja yang mengira kurus itu cantik. Padahal itu berpengaruh kepada saat kehamilan nanti,” tambahnya. 

Bude Karwo berharap, istri kepala daerah yang juga selaku Ketua TPP PKK di daerah juga ikut aktif mensosialisasikan pencegahan stunting. Khususnya di 11 kabupaten yang memiliki jumlah anak stunting yang cukup tinggi di Jatim. 

Di antaranya seperti Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Sumenep, Nganjuk, Trenggalek, Probolinggo, Lamongan, Malang, Jember dan Bondowoso.  “Ini akan kita pantau secara terus menerus, sehingga jumlah penambahan anak stunting di Jatim  tidak akan bertambah,” pungkasnya. (mus/rud) 

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia