Selasa, 19 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

AWAS! Disfungsi Ereksi Tanda Ada Penyakit Serius di Tubuh Anda

15 Desember 2018, 05: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi DE

Ilustrasi DE (NET/alodokter.com)

SURABAYA - Jangan anggap remeh penyakit disfungsi ereksi (DE). Selama ini orang banyak menganggap DE adalah penyakit yang merugikan pria saja.

Padahal, dampak dari penyakit ini bisa melebar kepada pasangan. Bahkan dapat menurunkan kualitas hidup penderita sendiri. 

Penyakit DE dapat menimbulkan frustasi, rendahnya percaya diri dan perasaan tidak mampu. Pada akhirnya, penyakit ini berdampak pada munculnya depresi dan agresitivitas.

Dampaknya, hubungan pribadi, keluarga dan lingkungan jadi terpengaruh. Apalagi jika tidak diberikan perawatan.

Hasil study dari sexual attitudes of behaviours yang melibatkan 27.500 responden pria dan wanita dari 25 negara menyebutkan, banyak pria dan wanita yang mengalami masalah seksual tidak mau atau malu berkonsultasi ke dokter.

Apalagi hal ini berkenaan dengan budaya orang Asia yang kurang aktif secara seksual ketimbang orang barat. 

Dokter spesialis andrologi dari RSU Dr Soetomo, dr. Susanto Suryaatmadja MA menjelaskan, perilaku yang terbentuk di masyarakat seperti enggan untuk berkonsultasi dengan dokter dan memilih untuk berobat ke pengobatan alternatif inilah yang perlu diubah.

Anggapan bahwa DE merupakan sesuatu yang normal muncul seiring bertambahnya usia adalah salah satu mitos seputar kesehatan seksual yang menghalangi seseorang untuk berkonsultasi ke dokter.

"Ini yang bahaya, karena jika dibiarkan, dapat menimbulkan resiko yang lebih besar," paparnya. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa DE bisa muncul disebabkan beberapa kondisi medis yang memicu. Di antaranya seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes, dan hipertensi. 

Keengganan untuk berkonsultasi dengan dokter inilah yang menyebabkan pria mencari jalan pintas dengan memilih alternatif lain seperti obat herbal.

Padahal, itu tidak bisa menjamin kesembuhan karena belum teruji secara klinis baik kandungan dan manfaatnya.

Ia mengatakan, sebaiknya pria berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mengambil tindakan pengobatan, karena meski tidak mengancam nyawa, DE menjadi tanda adanya masalah kesehatan serius pada tubuh. Itulah pentingnya berkonsultasi ke dokter, ketika mengetahui gejala-gejala DE di awal," paparnya.

Ia menyampaikan bahwa diabetes dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Pola makan dengan mempertimbangkan nilai gizi dan menghindari rokok dan alkohol mampu mengurangi risiko DE.

Selain itu, aktifitas fisik juga berperan dalam meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh termasuk penis.

"Gaya hidup sehat tak hanya bermanfaat untuk mencegah DE, namun juga penyakit yang mampu memicu DE," paparnya. (is/jay)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia