Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

E-KTP Dipalsu Lantas Dipakai Menipu lewat Medsos

14 Desember 2018, 17: 36: 49 WIB | editor : Wijayanto

DIGANTI NAMA: KTP Rahmad Adhi Kurniawan yang dipalsukan dan dipakai menipu.

DIGANTI NAMA: KTP Rahmad Adhi Kurniawan yang dipalsukan dan dipakai menipu. (ISTIMEWA)

Share this      

Surabaya - Sejumlah kasus yang terkait dengan kartu tanda penduduk (e KTP) bermunculan. Terbaru, ada fakta betapa mudahnya seseorang mengkloning KTP orang lain, dan dimanfaatkan untuk hal yang menjurus kriminalitas.

Ini yang dialami Rahcmad Ady Kurniawan, Warga Simo Magerojo. Tiba-tiba, copy KTP nya dimanfaatkan seseorang untuk melakukan aksi penipuan.

Modusnya, pada kolom nama pada copy KTP itu diubah menjadi Bambang Irawan. Sementara data identitas lainnya dan foto tak berubah. “Korbannya warga Pacitan,” kata Rahmad yang juga seorang jurnalis ini.

Rak demikian Rahcmad disapa mengaku mengetahu kasus ini setelah kedatangan tamu di rumahnya. Dia mengaku saudara dari korban. Tamu tersebut bercerita jika korban membeli ayam via online pada seseorang.

Penjual ayam meminta korban untuk mentranfer uang terlebih dahulu. Agar korban percaya, si penjual ayam menyirim copi KTP atas nama Bambang Irawan. Namun setelah uang ditranfer, Bambang Irawan ini tak bisa lagi dihubungi.

Akhirnya korban meminta tolong saudaranya yang di Surabaya, untuk melakukan pengecekan. Korban meminta agar mendatangi Bambang di alamat sesuai dengan KTP palsu itu.

“Setelah saya tunjukkan KTP saya, dia sadar saudaranya telah menjadi korban penipuan,” kata Rak.

Apalagi huruf pada kolom nama jelas tidak sama dengan huruf pada kolom lainnya. Hal ini dipastikan copy KTP telah dirubah dengan software tertentu.

Rak sendiri sebenarnya kaget dengan kasus ini. Selama ini dia tak pernah kehilangan KTP. Tapi kenapa copy KTP nya bisa ditangan orang lain. Bahkan disalah gunakan.

“Kasus ini menjadi pekerjaan rumah bagi pihak terkait, jangan-jangan server e KTP mudah bocor, atau sumber daya manusia lemah dalam pengawasan” pungkasnya. (rtn)

(sb/rtn/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia