Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Caleg Palsu Kibuli Ketua RW Rp 74 Juta

14 Desember 2018, 17: 29: 56 WIB | editor : Wijayanto

ABAL: Tersangka M Rizal menunjukkan barang bukti uang didampingi Tim Unit Reskrim Polsek Tandes

ABAL: Tersangka M Rizal menunjukkan barang bukti uang didampingi Tim Unit Reskrim Polsek Tandes (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Momen masa kampanye calon legislatif (caleg) nampaknya dimanfaatkan M Rizal warga Jalan Tambak Wedi Baru Gg VIII RT 07 RW 03, Surabaya untuk melakukan aksi penipuan.

Pemuda 23 tahun itu, mengaku caleg Partai Perindo, selanjutnya meminta dukungan dengan cara meminjam uang. Korbannya, Suyono, 51, warga Jalan Balongsari Krajan RT 01 RW 07, Balongsari. Akibatnya korban tertipu senilai Rp 74, 2 juta.

Aksi tipu-tipu itu dilakukan pelaku sejak Sabtu (1/12) lalu. Ceritanya, saat itu pelaku datang ke depan Balai RW 07 Balongsari. Di sana pelaku bertemu dengan korban yang menjabat sebagai Ketua RW setempat.

Pertemuan itu dimanfaatkan pelaku untuk berbincang-bincang dengan pria yang juga sebagai PNS staf TU  salah satu SMP di Sambikerep. Lelaki  asli Kelahiran Surabaya itu mengaku sebagai caleg DPR RI dari Partai Perindo Daerah Pilihan 1 (Surabaya, Sidoarjo).

Dalam pertemuan tersebut pelaku dan korban bicara ngalor ngidul. Setelah itu pelaku kemudian menawari korban untuk bantuan pavingisasi di lingkungannya. Bukan hanya pavingisasi, pelaku juga menjanjikan akan membangun gedung serba guna di lingkungan korban jika terpilih.

Syaratnya, korban diminta mendukung pelaku terlebih dahulu dalam bentuk financial (uang). Sepulang dari pertemuan itu, korban malamnya mendapat telepon.

“Korban (Suyono.red) ditelepon seseorang mengaku H Safii orang tua M Rizal, dalam percakapan itu korban diminta untuk meminjami uang terlebih dahulu kepada pelaku sebagai bentuk dukungan,” jelas Kapolsek Tandes Kompol Kusminto Kamis (13/12).

Orang yang mengaku sebagai orang tua pelaku juga berjanji akan mengembalikan seluruh uang, jika sudah kembali ke Surabaya. Merasa percaya korban pun menyanggupi hal itu.  “Yang ngaku sebagai orang tua pelaku itu ya pelaku sendiri,” bebernya.

Secara bertahap awalnya pelaku meminta uang Rp 1 juta, Rp 2 juta hingga Rp 6 juta. Hal itu terus berlanjut hingga Selasa (11/12). “Sampai Selasa (11/12) pelaku sudah menerima uang total Rp 74, 2 juta,” sambungnya.

Selasa itu juga, pelaku kembali menghubungi korban melalui telepon dan meminta uang Rp 3 juta. Namun korban saat itu hanya menyanggupi Rp 1 juta. Korban yang sudah curiga, lalu menghubungi Bhabinkamtibmas kelurahan setempat untuk diminta membantu menangkap pelaku.

“Setelah uang Rp 1 juta diserahkan ke pelaku, pelaku langsung ditangkap Bhabinkamtibmas,” tutur perwira menengah dengan satu melati di pundak itu. Tanpa panjang lebar pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolsek Tandes.

Saat pemeriksaan, dan dikroscek ternyata pelaku bukan sebagai caleg. Dia hanya  pemuda pengangguran. Dia sengaja melakukan modus caleg meminta dukungan untuk menipu dan menguasai uang korban.

“Hasilnya (uang.red) saya gunakan mencukupi kebutuhan pribadi, dan senang-senang,” ucap Rizal kepada penyidik. Dari tangan tersangka aparat menyita barang bukti uang Rp 1 juta, dan 1 Handphone (HP) merk Straw Berry warna hitam biru.

Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan. Ancaman hukumannya empat tahun kurungan penjara. (rus/rtn)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia