Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Rekrutmen CPNS Pemprov Jatim, Yang Pensiun 2.242, Yang Lolos 1.900

14 Desember 2018, 07: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

TES CPNS: Ratusan peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), saat bersiap mengikuti tes di Kantor Regional II Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Sur

TES CPNS: Ratusan peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), saat bersiap mengikuti tes di Kantor Regional II Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Surabaya, Jumat (26/10). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA) (dok)

Share this      

SURABAYA – Pengumuman hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) masih menunggu hasil rapat hasil Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) di Yogjakarta tanggal 19 Desember mendatang. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memastikan ada sekitar sekitar 1.900 formasi yang akan terisi.

“Dari kuota  yang ditentukan oleh pusat sebanyak 2.065 formasi yang dipastikan terisi hanya 1.900 formasi untuk pemprov. Tapi itu kita belum tahu siapa saja yang lulus dalam tes CPNS tersebut,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Anom Surahno saat dihubungi Radar Surabaya melalui telepon selulernya, Kamis (13/12).

Dari jumlah tersebut diketahui ada sekitar 165 formasi yang tidak terisi yang kebanyakan pada posisi dokter spesialis. Kosongnya formasi ini disebabkan persyaratan yang membatasi usia maksimal 35 tahun, namun kebanyakan dokter spesialis kebanyakan berusia di atas usia itu.

“Nantinya kami akan mengusulkan untuk dilakukan tes formasi khusus,” ujarnya.

Saat ditanya apakah jumlah 1.900 peserta yang lolos seleksi tersebut cukup untuk menggantikan jumlah aparatur sipil negara (ASN) yang pensiun tahun 2018, Anom mengatakan tidak. Menurut mantan Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Jatim ini, untuk tahun 2018 ada 2.242 ASN yang pensiun.

“Jika ditotal mulai tahun ini hingga 2020 mendatang jumlahnya sebanyak 10.156 orang,” jelasnya. 

Meski demikian Anom mengaku tidak mengetahui apakah tahun 2019 mendatang akan ada rekrutmen CPNS lagi atau tidak. Menurutnya, hal tersebut tergantung keputusan dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB). 

“Pemprov menerapkan sistem zero growth, yakni tidak ada penambahan PNS baru, hanya mengganti mereka yang memasuki masa pensiun. Jika memang kekurangan ASN, Pakde Karwo (Gubernur Jatim Soekarwo, Red) pernah mengusulkan jika itu sifatnya pelayanan bisa menggunakan IT (information dan technology, Red),” pungkas Anom. (mus/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia