Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Sistem SKS Sekolah Bakal Berlaku Tahun Depan

13 Desember 2018, 17: 30: 17 WIB | editor : Wijayanto

KONSENTRASI : Para siswa SMA sedang mengerjakan tugas dengan sistem android online.

KONSENTRASI : Para siswa SMA sedang mengerjakan tugas dengan sistem android online. (UMI HANY AKASA/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Satuan Kredit Semester (SKS) sepertinya akan segera digalakkan di SMA maupun SMK di Gresik. Sinyal itu terlihat dari antusiasnya Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik bersama SMA di Gresik.

Kepala SMAN 1 Gresik, Suswanto mengatakan merujuk pada kesuksesan menggunaan SKS di Malang, yang menjadikan kota tersebut mendapat predikat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi dibanding kota-kota lainnya di Jawa Timur. “Insyaallah tahun depan, SMAN 1 pakai sistem SKS,” kata Suswanto.

Sistem ini merupakan upaya dalam mendorong siswa dalam berpikir kritis, mandiri dan kreatif. Di samping itu, peran guru juga dituntut untuk terus berinovasi. Terutama pada pelayanan proses belajar.

Dikatakannya, sistem SKS sendiri berbeda dengan program akselerasi. Untuk program SKS, siswa mengambil dan menentukan mata pelajaran yang diambilnya.  Program yang mengandalkan kerjasama dan ekselerasi. Sedangkan, program ekselerasi paling pintar dan meremehkan yang lain.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Puji Astuti mengatakan penerapan sistem SKS tersebut secara bertahap di sekolah-sekolah di Jatim. Sistem SKS ini juga diharapkan mampu menggantikan akselerasi.

“SKS sebagai model pembelajaran sangat sesuai dengan penerapan K13 yang ditunjang dengan sistem literasi. Di mana, siswa diminta untuk mencari informasi dari berbagai sumber literasi sesuai perintah yang ada dalam UKBM. Sedangkan jumlah SKS yang harus diselesaikan siswa bergantung pada jumlah UKBM di masing-masing mata pelajaran yang dikerjakan siswa," katanya.

Dalam programnya, siswa dituntut untuk mengaplikasikan konsep 4C, yakni colaborasi, communication, creativitas dan critic. “Peran guru , lanjut dia, tetap pada porsinya sebagai fasilitator, pengatur strategi belajar dan inovasi dalam pembelajaran,” jelasnya. (han/jay)

(sb/han/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia