Sabtu, 07 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Gresik
Duka Jaminem, Janda dengan 2 Anak Gila

Sering Disiksa Anak, Bahkan Nyawanya Terancam

13 Desember 2018, 12: 50: 21 WIB | editor : Wijayanto

TRENYUH: Jaminem tubuhnya tergolek dengan luka saat dirawat dir rumah sakit usai dianiaya anaknya yang kurang waras.

TRENYUH: Jaminem tubuhnya tergolek dengan luka saat dirawat dir rumah sakit usai dianiaya anaknya yang kurang waras. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

Hidup sebagai janda dengan dua anak kurang waras menjadi cerita keseharian bagi Jaminem, 67. Warga Kelurahan Tlogopojok RT 02 RW 06, Kecamatan Gresik ini nyaris kehilangan nyawa setelah dihajar oleh Agus, 42, anak laki-lakinya yang kurang waras.

FIRMANSYAH-Wartawan Radar Gresik

TUBUH tua Jaminem, Selasa sore tergolek lemas di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Ibnu Sina. Ibu tiga orang anak itu hanya bisa merasa kesakitan karena salah satu bagian tulang lengannya patah lantaran dianiaya dua anaknya. Dua anaknya, Agus, 41, dan Erna, 47,  mengidap gangguang jiwa sejak kecil.

Karena kurang waras, Agusdan Erna sering berulah di rumah maupun di kampungnya di Tologopojok.  Kedua anak kandungnya itu sering menjadikan tubuh Jaminem sebagai sansak hidup. Itu terjadi lantaran sang ibu tidak bisa menghidangkan masakan sesuai yang diinginkanya.

Kejadian terakhir terjadi kemarin malam. Sekitar pukul 23.00 malam, Agus ngamuk-ngamuk tak karuan. Saat itu Jaminem sedang beristirahat didatangi Agus. Seperti biasanya, tanpa alasan yag jelas tiba-tiba Agus melayangkan pukulan dan tendangan ke tubuh Jaminem.

“Pada malam kejadian saya mendengar ribut-ribut. Saya anggap biasa karena memang sudah sering seperti itu,” ujar tetangga korban, Luluk.

Tidak lama berselang, dia mendengar Jaminem meminta tolong. Saat itu dia dibantu dengan warga lain berbodong-bondong ke rumah yang terletak disebuah gang kecil di Kelurahan Tlogopojok, Gresik. Disana dia melihat Jaminem sudah terbaring dilantai.

Tanpa pikir panjang, puluhan warga yang datang langsung melarikan Jaminem ke RSUD Ibnu Sina. Hasil diagnosa rumah sakit Jaminem mengalami patah tulang lengan kanan. “Saat ditolong warga korban terbaring dilantai. Sementara anaknya Agus dan Erna sudah tidak ada dirumah,” tuturnya.

Sementara itu, Darsih, tetangga yang tinggal tidak jauh dari rumah korban juga menceritakan gangguan jiwa yang dialami dua anak Jaminem terjadi sejak lama. Warga disekitar rumahnya bahkan juga sering menjadi korban amukan Agus.

“Biasanya sering melempar mobil yang lewat dengan batu. Namun apabila kita berani melawan, dia takut dan lari,” katanya.

Darsih menuturkan, baik Agus maupun Erna merupakan pasien di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya. Keduanya kerap kali keluar masuk rumah sakit. “Kadang sudah diantara kesana tiba-tiba pulang. Istilahnya sudah sangat sering keluar masuk RSJ,” tuturnya. 

Sementara itu, Ksmiani, Ketua RT 02 RW 06 Kelurahan Tlogopojok, menuturkan, selama ini tidak ada peran pemerintah dalam memperhatikan nasib Jaminem dan anak-anaknya. Untuk bertahan hidup Jaminem rela menjadi buruh serabutan.

“Selama ini yang memperhatikan ya kerabatnya. Baik yang membawa ke rumah sakit jiwa ataupun memberikan pengobatan. Tidak ada perhatian dari pemerintah. Untuk makan sehari-hari saja banyak dikasih orang,” ungkapnya.

Pada bagian lain, Kanit Reskrim Polsek Gresik, Ipda Yoyok Mardi mengaku pihaknya telah mendatangi rumah korban penganiayaan. Namun pihak keluarga meminta agar persoalan penganiayaan tidak dibawa ke ranah hukum.

“Kami juga sudah memberikan himbauan anaknya yang mengalami gangguan jiwa dirawat di RSJ. Hal ini agar tidak meresahkan masyarakat,” kata Yoyok.

Pasca kejadian penganiayaan, Agus dan Erna kini tidak diketahui keberadaannya. Keduanya diduga bersembunyi lantaran takut diancam oleh warga yang akan mengantarkannya ke Rumah Sakit Jiwa.(*/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia