Sabtu, 07 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Dilema Menikahi SPG Cantik Simpanan Dukun

13 Desember 2018, 05: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Jangan menikah karena  paras cantik. Karena yang cantik tak mesti lurus. Seperti kisah Donwori, 31, ini. Yang kecele setelah menikah dengan Karin, 29. Cantik sih cantik, tapi masa lalunya ruwet.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Tidak mengherankan jika tampang Donwori nampak sangat pasrah saat menunggu giliran sidangnya di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) klas 1A Surabaya, kemarin . Kisah pernikahannya sangat rumit meskipun hanya sebentar. Bahkan sampai saat ini, ia masih tak percaya dengan kejadian yang menimpanya.

Rupanya pria yang tinggal di kawasan Kendangsari ini tertipu dengan istrinya. Ia menikah dengan Karin dua tahun yang lalu. Awalnya, ia dikenalkan dengan salah satu teman kerja Karin. Sebagai SPG produk kecantikan, tentu saja Karin nampak cantik dan bersih. Itulah yang mendorong Donwori untuk segera meminang Karin, Padahal ia tahu, bibit Karin, atau keluarganya, tidak jelas.

Kepada Donwori, Karin mengaku kalau ia anak tunggal. Ia tinggal di kos-kosan sederhana bersama seorang pria paruh baya yang diakui sebagai ayahnya, yang ia aku sebagai satu-satunya keluarga yang tersisa. Ia juga menjabarkan kalau pekerjaan ayahnya sebagai tukang tambal ban. Saat itu, Karin sempat menantang Donwori, apakah ia tetap mau menikah dengan keadaannya yang seperti itu. Namun lagi-lagi, rupa mengalahkan segalanya. Keblinger dengan paras ayunya, ditambah usia yang tak lagi muda, Donwori mau-mau saja menikahi Karin.

Akhirnya keduanya pun menikah. Donwori pun akhirnya ikut nimbrung satu kos-kosan dengan Karin, karena istrinya itu emoh diajak pindah ke rumah. Dulu awalnya Donwori sempat curiga terhadap hubungan bapak anak ini. Bapak dengan anak perempuan yang sudah dewasa, kok masih tidur sekasur. 

Namun saat itu, kecurigaan Donwori langsung dibuang jauh-jauh. "Dia baru dibikinkan kamar sendiri ya setelah kita nikah itu," kata karyawan swasta ini.

Dua tahun berjalan, hubungannya dengan istri aman-aman saja. Setiap hari, Donwori bergantian dengan ayah mertuanya mengantar Karin bekerja. Si ayah yang mengantar, Donwori yang menjemput. Ketiganya pun akur-akur saja tinggal serumah di kosan yang sempit.

Hingga suatu ketika, kebahagiaan yang sebentar itu bubar. Itu terjadi setelah Donwori memposting foto pernikahan mereka di sosial media. Setelah postingan itu, sekelompok orang mendatangi kediamannya. Hingga saat ini, Donwori pun heran dari mana mereka mengetahui alamatnya.

Tapi, itu tidak penting. Karena sesuatu yang tak pernah Donwori sangka menghantam hatinya, yang akhirnya memporak-porandakan rumah tangganya. "Mereka ngaku keluarganya Karin, dan udah nyari-nyari Karin tahunan, Mbak" seru Donwori.

Rupanya, selama ini, yang Karin aku-aku ayah satu-satunya adalah dukun, yang sejak tiga tahun terahir menyandera Karin. Tentu saja bukan secara harfiah, karena Karin ini mau-mau saja tinggal bersama. Dari keterangan keluarga Karin,  istrinya itu ternyata kena guna-guna.

Itulah mengapa Karin mau kabur dari keluarga dan tinggal berdua dengan si bapak-bapak itu. " Wes Mbak ajur atiku, ngono dia (Karin, Red) pas kedatangan keluargane iku sek sempet gak ngaku, Mbak," cerita Donwori,  heran kelas dewa.

Dari cerita Donwori yang panjang lebar, terungkaplah penyebab perceraiannya. Benar, ia yang menalak Karin duluan. Dan itu wajar karena Donwori merasa tertipu dengan istrinya. " Lha dulu nikah kan dia sebagai walinya. Lha lek walinya pura-pura lak pernikahanku gak sah jadinya," katanya dengan lugu.

Namun lebih dari itu, ia juga tak terima. Sebagai simpanan dukun, yang tinggal bertahun-tahun serumah, Donwori tak yakin kalau istrinya ini masih perawan. " Lha lengket terus gitu gak mau pisah, ya jelas pasti mereka ada apa-apanya kan," keluh Donwori.

Kini yang tersisa hanyalah penyesalan. Sebelum banyak orang tahu tentang cacat pernikahannya, Donwori buru-buru mengurus perceraiannya. " Owalah, niatku iso tak pamerne, malah kenek apese," pungkasnya sedih. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia