Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Polisi Periksa Karyawan Ispatindo Terkait Limbah B3

12 Desember 2018, 18: 46: 52 WIB | editor : Wijayanto

DIPERIKSA: Imam Mahfudi, karyawan bagian gudang PT Ispatindo saat diperiksa penyidik Unit Tipiter Polres Gresik.

DIPERIKSA: Imam Mahfudi, karyawan bagian gudang PT Ispatindo saat diperiksa penyidik Unit Tipiter Polres Gresik. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Perwakilan PT Ispatindo, Sidoarjo diperiksa penyidik Unit Tipiter Satreskrim Polres Gresik, kemarin. Imam Mahfudhi, karyawan bagian gudang PT Ispatindo diperiksa karena diduga mengetahui pembuangan limbah B3 jenis slug yang dibuang di lahan milik warga di Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo.

AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, Kasatreskrim Polres Gresik menjelaskan, pemeriksaan terhadap manajemen PT Ispatindo karena pihak pengangkutan limbah menyebutkan jika slug atau pasir merah itu didapat dari pabrik baja di Sidoarjo ini.

"Pengakuan Bissri, pimpinan CV Bangkit Jaya Abadi, perusahaan transporter itu menyebut kalau pasir merah (Limbah B3, Red) didapat dari perusahaan PT Ispatindo," kata kasatreskrim.

Meski demikian, pemeriksaan terhadap Imam Mahfudi masih sebatas meminta keterangan sebagai saksi. "Sementara masih saksi, belum ada tersangka. nanti kami masih menunggu seluruh hasil pemeriksaan, dan akan memanggil Direktur PT Ispatindo," kata AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, Kasatreskrim Polres Gresik.

Sementara itu, Kanit Tipiter Satreskrim Iptu Agung Joko Haryono menegaskan pemeriksaan Imam bagian gudang PT Ispatindo masih awal dan belum bisa disimpulkan. Sebagai penanggung jawab gudang PT Ispatindo, saksi mengakui.

"Posisi Imam dalam pemeriksaan ini sebagai saksi. Dia adalah pegawai bagian gudang yang mengatur bagian barang keluar dan masuk dari pabrik," terang Kanit Tipiter Polres Gresik, Iptu Agung Joko Haryono.

Dikatakan, pihaknya  belum bisa menjelaskan secara detail terkait materi pemeriksaan. Yang jelas, kasus pembuangan limbah tersebut akan diusut sampai tuntas. “Masih proses pemeriksaan pihak-pihak yang terkait dulu,” ujar Agung, kemarin.

Menurutnya, pemeriksaan saksi yang lain akan dilakukan secara bergantian. Sementara itu Imam Mahfudhi, saksi dari PT Ispatindo mengelak tudingan jika yang dibuang itu adalah limbah B3. Dia menjelaskan, material yang dibuang di Driyorejo adalah sisa kotoran dari besi tua.

"Rongsokan besi tua memang bentuknya seperti. Dan itu bukan limbah B3 sebagaimana yang dituduhkan," terang Imam.

Sebelumnya, limbah yang diduga B3 ditemukan dibuang di pinggir jalan raya di Desa Karangandong, Driyorejo. Limbah sebanyak 100 ton itu baunya sangat menyengat dan mengganggu pemukiman warga sekitar. Bahkan, limbah jenis pasir itu dapat mencemari sumber air.

Polisi dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten sudah mendatangi lokasi. Mereka optimis mengusut kasus pembuangan limbah  di lahan warga di Desa Karangandong Kecamatan Driyorejo. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia