Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Buron Sebulan, ABG Maling Onderdil Motor Diringkus

12 Desember 2018, 18: 26: 35 WIB | editor : Wijayanto

BOBOL: Tersangka MA  diamankan berikut barang bukti setelah DPO.

BOBOL: Tersangka MA diamankan berikut barang bukti setelah DPO. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

Gresik - Polres Gresik mengungkap jaringan pencuri onderdil sepeda motor yang melibatkan anak baru gede (ABG). Dalam pengungkapan itu, polisi mengamankan MA, 16, warga Desa Drancang, Kecamatan Menganti.
MA yang sempat menjadi buron selama sebulan terakhir, dibekuk saat bersembunyi di rumahnya, Rabu (11/12).

Sebelumnya polisi menangkap FNR, 15 di rumah di Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti. Kemudian Ahmad, 19, warga Desa Drancang Kecamatan Menganti masih dalam pencarian.

Kapolsek Menganti AKP Ramadhan, menjelaskan, kedua tersangka membobol Toko Variasi di Jalan Raya Desa Kepatihan Kecamatan Menganti, Sabtu pagi. Ketiganya masuk toko Aspriyanto, 61, warga Asemrowo, Kota Surabaya dengan cara mencongkel pintu rolling door.

Tersangka kemudian menguras sejumlah barang variasi milik korban. Korban baru menyadari tokonya dibobol pagi harinya saat hendak buka. Saat dibuka, korban terkejut tokonya berantakan serta sejumlah barang hilang. Kejadian ini kemudian dilaporkan Aspriyanto ke Mapolsek Menganti.

"Dari laporan yang masuk anggota langsung terjun untuk melakukan penyelidikan. Dari hasil pengembangan, kami mendapat info dua tersangka menjual barang curian di toko variasi di Desa Bringkang Mengant dan hasil penjualan hasil pencurian di buat kebutuhan sehari-hari," ujar Kapolsek Menganti.

Dari info tersebut, polisi berhasil mengamankan MA di rumahnya. "MA  kami titipkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Gresik. Sebab, tersangka masih di bawah umur yang tunduk pada UU 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak," jelas dia.

Dalam penangkapan ini, polisi menyita barang bukti berupa 8 vleg sepeda motor beserta ban, 2 velg tanpa ban, 5 knalpot sepeda motor. "Tersangka akan kami jerat dengan pelanggaran Pasal 363 ayat (1) ke-5e KUHP," pungkas AKP Ramadan. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia