Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Landasan Amblas, Lion Air JT-264 Batal Terbang

195 Penumpang dan 7 Kru Dialihkan Penerbangan

12 Desember 2018, 16: 14: 40 WIB | editor : Wijayanto

STUCK: Kondisi pesawat Lion Air JT-264 yang mengalami amblas di bandara pada roda belakang (insert).

STUCK: Kondisi pesawat Lion Air JT-264 yang mengalami amblas di bandara pada roda belakang (insert). (ISTIMEWA)

Share this      

SIDOARJO - Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-264 rute Bandara Internasional Juanda Surabaya tujuan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan, batal terbang karena roda bagian belakang (mainwheel) amblas di aspal area taxi out Bandara Juanda saat pesawat menuju runway siap terbang.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam siaran persnya, Rabu (12/12) menjelaskan, sedianya pesawat jenis Boeing 737-900 ER dengan registrasi PK-LHW ini akan tinggal landas pada pukul 08.30 WIB dengan membawa 195 penumpang serta tujuh orang kru. Namun, penerbangan terpaksa dialihkan karena ada masalah di runway.

Danang menjelaskan, Lion Air JT-264 sudah menjalani prosedur pemeriksaan sebelum dioperasikan (pre-flight check) dan dinyatakan laik terbang (safe to flight). Pada pukul 08.33, seluruh penumpang sudah berada di kabin (finish boarding) serta pintu pesawat sudah ditutup.

Pesawat lantas bergerak menuju landasan pacu (runway). Namun pada pukul 09.20, pesawat tidak bisa bergerak (stuck) di landas hubung atau tempat dimana pesawat menunggu antrean (taxiway). ‘’Dalam kondisi ini, kinerja pesawat dan indikator masih menunjukkan normal,’’ jelas Danang.

Karena pesawat tidak bergerak, guna memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan, pilot memutuskan menunda keberangkatan JT-264 dan segera menginformasikan kepada petugas layanan darat (ground handling) serta teknisi guna melakukan pemeriksaan.

Setelah dilakukan pengecekan, stuck terjadi pada roda bagian belakang (mainwheel) yang mengalami kendala karena amblas di aspal area taxi out.

Dengan kerja sama yang baik antara petugas Lion Air, pengelola bandar udara, perusahaan layanan darat, dan berbagai pihak, pesawat PK-LHW berhasil dilakukan penarikan (towing) menggunakan kendaraan penarik pesawat (pushback car) pukul 09.53. Pesawat kembali menuju landas parkir (apron).

Pada saat posisi pesawat sudah berada sempurna di landas parkir, kru serta penumpang diturunkan dan diarahkan menuju ruang tunggu keberangkatan. Lion Air pun menginformasikan penundaan keberangkatan JT-264 kepada penumpang.

Selanjutnya, para penumpang JT-264 diberangkatkan dengan menggunakan armada Lion Air yang lain, yakni Boeing 737-900ER registrasi PK-LJG yang membawa tujuh kru serta 195 penumpang. Pesawat pun lepas landas pada pukul 11.37.

Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan yang dihubungi Radar Surabaya membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Peristiwa amblasnya aspal di landasan bandara ini memang bukan yang pertama kali. Kejadian ini sudah terjadi beberapa kali. Tapi ini di spot yang berbeda,’’ kata Handy.

Langkah yang dilakukan adalah menambal sementara pada spot yang amblas setelah berkoordinasi dengan pihak Otoritas Bandara Surabaya, Airnav, dan maskapai, agar tidak mengganggu penerbangan lainnya.  

"Pengelola Bandara Juanda Surabaya sudah memprogramkan dengan mencadangkan anggaran untuk perbaikan secara keseluruhan landasan pada tahun anggaran 2019 mendatang,’’ tambah Handy seraya menyampaikan permohonan maaf atas gangguan tersebut. (pur/jay)

(sb/pur/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia