Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Risma Ajak Ratusan Siswa Disabilitas Ikut Tanam Mangrove

12 Desember 2018, 06: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

SERU: Siswa disabilitasi menanam pohon mangrove bersama petugas dan direksi PP Property di kawasan hutan bakau Gunung Anyar Tambak, Surabaya, Selasa (

SERU: Siswa disabilitasi menanam pohon mangrove bersama petugas dan direksi PP Property di kawasan hutan bakau Gunung Anyar Tambak, Surabaya, Selasa (11/12). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak ratusan anak disabilitas untuk menaman mangrove. Penanaman mangrove dilakukan di  kawasan Gunung Anyar Tambak. 

“Ayo anak-anak kita mulai tanam mangrovenya,” seru Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, saat mengajak siswa disabilitas, Selasa (11/12).

Di pilihnya lokasi tersebut karena wilayah ini merupakan salah satu titik yang berada di kawasan pantai timur Surabaya (Pamurbaya), yang akan di jadikan Kebun Raya Mangrove. Risma mengatakan dengan mengajak siswa disabilitas ini agar mereka tidak merasa jenuh belajar di dalam kelas. 

Selain itu, juga untuk mengasah sensor motorik mereka dan menambah pengalaman baru dengan cara menanam pohon tersebut. “Mereka kami ajak menanam pohon mangrove, biar tahu pentingnya menjaga lingkungan. Terlebih juga tahu betapa susahnya menanam pohon mangrove ini,” jelas Risma.

Tanpa takut kotor, ratusan siswa yang berasal dari SMP/SMA Sekolah Luar Biasa (SLB) di Surabaya ini mengambil bibit mangrove dan mulai menanamnya. Dengan didampingi oleh guru, mereka membuat lubang sekitar 15 cm, dan kemudian ditanamnya.

Risma mengatakan, penanaman mangrove di Pamurbaya kini sedang difokuskan di Gunung Anyar Tambak. Sebab lokasi ini menjadi salah satu titik prioritas Kebun Raya Mangrove yang akan mulai digarap 2019 mendatang. 

Ia menjelaskan, ada lahan 100 hektar dari Pemkot dan akan terus di bebaskan untuk di jadi kebun raya mangrove. “Jadi ini akan jadi kawasan untuk kebun raya mangrove. Oleh karena itu, kita fokus di kawasan ini untuk program penanaman mangrovenya,” tegasnya.

Secara keseluruhan Risma berencana membuat 2.800 hektar kawasan tanaman mangrove. Dia menambahkan penanaman mangrove dilakukan untuk mengurangi dampak global warming yaitu kenaikan permukaan air laut.

Sebab jika dibandingkan harus membangun tanggul, membutuhkan biaya yang jauh lebih besar lagi. Selain biaya yang besar, Risma mengkhawatirkan kekuatan dari tanggul yang belum tentu tahan lama. Oleh karena itu dengan anggaran yang terbatas, Risma memilih untuk menggunakan sabuk alam berupa tanaman mangrove.

“Masterplan dan perencanaanya sudah ada. Nanti kita akan dibantu Kementerian Perusahaan Umum (PU), dan juga Yayasan Kebun Raya Indonesia. Dananya nanti sekitar Rp 2,5 miliar, tapi nanti bantuannya kami minta berupa barang,” jelas Risma.

Sementara salah satu siswa dari SMP SLB Bangun Bangsa, Imelda begitu bersemangat saat diajak menanam mangrove. Menurutnya ini adalah pengalaman pertamanya melakukan penanaman mangrove.

 “Senang sekali menanam pohon. Tadi sama Bu Risma juga dicium pipinya, senang sekali,” katanya dengan raut wajah bahagia.

Saat penanaman didampingi oleh sang guru, meskipun sempat merasa kesulitan dirinya tetap bersemangat dan berusaha menanam mangrove tersebut. Usai melakukan penanaman, tak lupa ia menyempatkan diri untuk bersawafoto dengan mangrove yang telah ditanamnya.

Meskipun ia belum tahu pasti manfaat dari mangrove tersebut, menurutnya tanaman ini sangat bermanfaat bagi bumi dan Kota Surabaya agar tidak banjir karena luapan air laut. "Kami senang diajak Bu Risma menanam mangrove, semoga ini (mangrove) bisa bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Surabaya kedepannya,” tutupnya. (gin/nug)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia